Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 1,867 triliun. Sedangkan belanja daerah mencapai Rp 1,941 triliun.
“Dengan demikian terdapat defisit anggaran sebesar Rp 74 miliar yang akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan sebesar Rp 75 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 1 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan menegaskan, sektor pariwisata dipilih sebagai salah satu penggerak ekonomi. Mengingat kontribusinya terhadap perekonomian daerah saat ini masih di bawah 10 persen.
“Melalui peningkatan kualitas, kelayakan, dan daya tarik destinasi wisata, kami berharap jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Batang terus meningkat,” katanya.
“Sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” imbuhnya.
Selain pengembangan pariwisata, Pemkab Batang juga menyiapkan strategi pengelolaan anggaran. Yakni dengan menerapkan pembagian pekerjaan proyek secara proporsional sejak awal tahun dan lelang dini yang dimulai pada Desember.
Langkah tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas serapan anggaran. Sekaligus menekan potensi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) pada akhir tahun.
Melalui sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah, KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 diharapkan menjadi landasan pembangunan. Serta mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang. (fan/ree/rds)










