Hal itu diharapkan mampu memangkas biaya distribusi sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil panen petani. “Kalau memang nanti ada pabrik di Jepara tentu menjadi peluang yang bagus. Pasarnya semakin luas dan hasil panen bisa diolah di Jepara,” ujarnya.
Selain di Karimunjawa, budi daya rumput laut juga mulai dikembangkan di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri. Namun, masa tanam di Bondo tidak sepanjang di Karimunjawa karena kondisi perairannya berbeda.
“Di Bondo ada satu kelompok, tetapi masa tanamnya tidak selama di Karimunjawa karena di Karimunjawa sudah ada wilayah pengamannya,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan budi daya rumput laut, KKP mengalokasikan bantuan lebih dari Rp 9 miliar yang disalurkan secara bertahap.
Tahap pertama mencakup pengembangan lahan seluas 47 hektare yang terdiri atas 45 hektare lahan produksi dan dua hektare kebun bibit. Bantuan ini lengkap dengan fasilitas perahu panen, perahu perawatan, serta pendampingan bagi kelompok penerima manfaat.
Selanjutnya, pada tahap kedua pengembangan akan diperluas hingga 193 hektare. Dukungan yang diberikan meliputi benih, peralatan tanam, alat panen, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Pemerintah Kabupaten Jepara juga berharap pengembangan budi daya rumput laut ke depan dapat menjangkau kawasan Bondo secara maksimal. Tujuannya agar potensi komoditas tersebut semakin berkembang. (oka/gih/rds)










