Menurutnya, di tengah semakin banyaknya fakultas sejenis di perguruan tinggi umum, FST PTKIN memiliki keunggulan yang tidak dimiliki institusi lain, yakni integrasi antara sains dan nilai-nilai Islam.
“FST perlu mempercepat langkah agar benar-benar menjadi fakultas rujukan. Keunggulan kita adalah integrasi sains dan Islam. Distingsi ini harus terus diperkuat sehingga menjadi daya saing yang membedakan FST PTKIN dengan perguruan tinggi lainnya,” ungkap Prof. Musahadi.
Rektor juga mendorong seluruh pimpinan FST PTKIN untuk memperluas kolaborasi akademik, riset, dan inovasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Saat ini yang harus ada dalam cara berpikir pimpinan FST PTKIN adalah internasionalisasi. Kita tidak lagi cukup berpikir dalam konteks nasional, tetapi harus membangun rancang bangun keilmuan FST dengan perspektif global sehingga mampu bersaing di tingkat internasional,” tegasnya.
Saat ini Fakultas Sains dan Teknologi di lingkungan PTKIN menaungi berbagai program studi strategis, seperti Biologi, Fisika, Kimia, Matematika, Agribisnis, Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Teknik Pertambangan, Teknik Arsitektur, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Sains Data, hingga Sains Biomedis.
Keberagaman bidang keilmuan tersebut menjadi modal penting bagi PTKIN untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mendukung dunia industri, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional melalui pengembangan sains yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam. (hms/rds)










