Mayoritas wisatawan berasal dari wilayah eks-Karesidenan Pati, seperti Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Grobogan, dan Demak.
Tidak sedikit pula pengunjung dari luar daerah, seperti Blora, Tuban, hingga Cirebon, yang singgah setelah berziarah ke Makam Sunan Muria.
Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, pengelola mulai menghadapi tantangan berkurangnya debit air akibat musim kemarau.
Memasuki periode Juli hingga September, volume air cenderung menyusut karena curah hujan menurun, ditambah sebagian sumber air dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kondisi serupa pernah terjadi pada 2023 ketika kemarau panjang membuat aliran air sempat mengering,” ungkap Sunarko.
Untuk menikmati Wana Wisata Montel, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10 ribu per orang. Kawasan wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB.
Seluruh pengunjung diminta meninggalkan area paling lambat pukul 16.30 WIB, karena kondisi lembah mulai gelap sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.
Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Kudus, Eva mengaku sudah dua kali berkunjung ke Wana Wisata Montel.
Menurutnya, suasana yang sejuk, asri, dan lokasinya yang tidak terlalu jauh dari rumah membuat tempat ini menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur sekolah.
“Biaya masuknya masih terjangkau, suasananya juga nyaman. Menurut saya, Montel layak menjadi pilihan wisata alam untuk rekreasi keluarga,” pungkasnya. (adm/iza/rds)










