Demak  

SMP ‎‎BUQ Demak Perkuat Karakter Siswa Lewat Psikologi Islam

JELAS: Suasana SMP BUQ Kabupaten Demak yang menghadirkan pendekatan berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – SMP Bustanu Usysyaqil Qur’an (BUQ) Kabupaten Demak menghadirkan pendekatan berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah dan pondok pesantren, kegiatan tersebut juga dibekali materi psikologi Islam untuk membangun karakter serta kesiapan mental para peserta didik.

Kepala SMP BUQ Demak, Riki Fadli Putra mengatakan, materi tersebut disampaikan langsung oleh ahli psikologi Islam dari Semarang. Pembekalan diberikan agar para siswa memiliki fondasi yang kuat sebelum menjalani aktivitas belajar di sekolah maupun kehidupan di lingkungan pesantren.

Menurutnya, pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam MPLS. Karena siswa yang belajar di SMP BUQ juga tinggal di asrama. Oleh sebab itu, peserta dibimbing agar memahami pentingnya disiplin, etika, dan tanggung jawab sejak hari pertama masuk sekolah.

“Kami ingin menekankan kepada anak-anak mengenai pentingnya tertib dan disiplin, baik di lingkungan pesantren maupun di sekolah. Selain itu juga ditekankan tentang akhlak kepada guru, hubungan yang baik dengan teman, hingga kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Pelaksanaan MPLS berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin (13/7/2026) hingga Selasa (14/7/2026). Berbeda dari kebanyakan sekolah, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti peserta didik baru, tetapi juga melibatkan siswa kelas VIII dan IX.

Riki menjelaskan, keterlibatan seluruh jenjang dilakukan agar materi yang disampaikan narasumber dapat dirasakan oleh seluruh siswa. Menurutnya, pembinaan karakter merupakan kebutuhan bersama, sehingga tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik yang baru masuk.

“Pada tahun ajaran ini, SMP BUQ menerima 57 siswa baru yang terbagi dalam dua rombongan belajar. Jumlah tersebut diperoleh melalui proses seleksi yang meliputi tes membaca dan menulis Al-Qur’an, tes akademik, serta wawancara,” katanya.

Mayoritas peserta didik berasal dari Kabupaten Demak. Namun, sekolah berasrama khusus putra tersebut juga menerima siswa dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Kendal, Pekalongan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Riki, sekolah terbuka bagi seluruh kalangan masyarakat. Meskipun banyak siswanya berasal dari keluarga menengah ke atas, kesempatan untuk bergabung tetap diberikan kepada calon siswa dari keluarga menengah ke bawah selama mampu memenuhi persyaratan seleksi.

“Setelah MPLS selesai, seluruh siswa baru langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa sambil beradaptasi dengan kehidupan di lingkungan pondok dan sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler akan mulai berjalan pada pekan berikutnya. Saat ini sekolah masih membuka proses pendaftaran agar setiap siswa dapat memilih kegiatan sesuai minat dan bakatnya.

Riki berharap rangkaian pembinaan sejak awal tahun ajaran tersebut mampu membantu siswa beradaptasi lebih cepat, membentuk karakter yang baik, sekaligus meningkatkan semangat belajar.

Dengan bekal akademik, pendidikan agama, dan pembinaan psikologis, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan pendidikan di lingkungan pesantren maupun kehidupan bermasyarakat. (adm/fat/rds)