PEMALANG, Joglo Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Dinas Perhubungan, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPPKP) Kabupaten Pemalang menggelar kegiatan Bus Sekolah Gratis.
Program yang mulai beroperasi pada tanggal 29 hingga 30 Juli 2026 ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang.
Langkah ini bertujuan untuk menyediakan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi siswa-siswi dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Sekaligus untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Kepala DPPKP Kabupaten Pemalang, Heru Weweg Sembodo mengungkapkan, pengadaan layanan bus sekolah ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah.
Khususnya dalam memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan dan kemudahan akses pendidikan bagi generasi muda.
Menurutnya, kehadiran layanan ini sekaligus menjadi solusi atas keluhan masyarakat selama ini. Terutama terkait mahalnya biaya transportasi yang harus dikeluarkan para pelajar setiap harinya.
“Kami menyadari bahwa masih banyak siswa-siswi yang kesulitan mengakses sekolah karena keterbatasan biaya dan minimnya angkutan umum yang layak,” ujar Heru, Rabu (29/7/2026).
“Kegiatan ini juga sekaligus merayakan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026,” imbuhnya.
Dalam uji coba perdananya, titik pemberangkatan bus sekolah dipusatkan di Pasar Petarukan. Sementara itu, untuk tahap awal ini, layanan difokuskan untuk melayani siswa-siswi SMA Negeri 2 Pemalang.
Pemilihan rute dan sekolah tujuan ini berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan DPPKP bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikpora) Kabupaten Pemalang.
Hal ini dilakukan guna menjangkau pelajar yang paling membutuhkan akses transportasi.
Salah seorang siswa mengaku sangat mendukung adanya bus sekolah ini. Ia mengatakan, selama ini banyak siswa yang terpaksa menggunakan kendaraan bermotor sendiri karena tidak ada angkutan umum yang memadai.
“Ini langkah yang sangat baik dari pemerintah. Anak-anak jadi lebih aman dan orang tua lebih tenang,” ujarnya.
“Semoga ke depan rutenya ditambah agar lebih banyak siswa yang merasakan manfaatnya,” harapnya.
Program bus sekolah ini rencananya akan terus dievaluasi secara berkala oleh pihak DPPKP bersama Dindikpora Kabupaten Pemalang.
Jika respons masyarakat positif dan minatnya tinggi, tidak menutup kemungkinan jumlah armada dan rute akan ditambah pada tahun-tahun mendatang.
“Tahap awal ini kami fokuskan dulu pada uji coba. Ke depan, jika program ini berjalan baik dan kebutuhan terus meningkat, kami akan usulkan penambahan armada serta perluasan rute,” paparnya.
“Harapan kami, seluruh pelajar di Pemalang bisa merasakan manfaat dari program ini,” pungkasnya. (cr2/fan/rds)










