PEMALANG, Joglo Jateng – Sebuah terobosan di dunia pendidikan dasar tengah digalakkan oleh SD Negeri 2 Banjardawa.
Mereka menggalakkan program Parenting Class yang sejatinya sudah diluncurkan dan berjalan sejak tahun 2020 lalu.
Langkah ini merupakan wujud upaya nyata dari pihak sekolah untuk menghidupkan peran aktif orang tua dalam pengembangan potensi anak.
Program ini menjadi jawaban atas fenomena yang selama ini terjadi di dunia pendidikan. Yakni anggapan yang kerap menempatkan guru sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab penuh atas pendidikan siswa, sementara orang tua hanya berperan pasif.
Kepala SD Negeri 2 Banjardawa, Urip Sumedi mengungkapkan, ide besar ini lahir dari pengamatannya selama bertahun-tahun dalam mengelola institusi pendidikan.
Menurutnya, banyak orang tua yang masih beranggapan bahwa setelah anak disekolahkan, maka seluruh proses belajar adalah tanggung jawab guru. Termasuk juga soal pembentukan karakter anak yang diserahkan sepenuhnya ke sekolah.
“Program Parenting Class ini sudah kita rintis sejak 2020. Tujuan utamanya sangat jelas, yakni agar orang tua mau terlibat secara langsung dalam pengembangan anak-anak mereka,” tutur Urip Sumedi, Selasa (28/7/2026).
“Kami ingin orang tua lebih peka terhadap kebutuhan, perubahan perilaku, dan bakat yang muncul pada putra-putrinya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Urip menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar berupa pertemuan seremonial atau pengajian rutin biasa. Namun, juga untuk menciptakan ruang musyawarah antara tiga pilar utama, yaitu pihak sekolah, orang tua, dan siswa.










