SMP 2 Kudus Pantau Karakter Siswa Lewat Aplikasi Jurnal 7 Kebiasaan

TUNJUKKAN: Siswi SMP 2 Kudus saat menunjukkan Aplikasi Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di gawainya sebagai pencatat aktivitas harian, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Buku jurnal yang selama ini menjadi media pencatatan kebiasaan siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Kudus kini mulai ditinggalkan.

Sebagai gantinya, sekolah menghadirkan aplikasi yang membuat aktivitas harian murid dapat dipantau secara langsung oleh guru setiap hari.

Aktivitas tersebut meliputi kebiasaan murid mulai dari bangun pagi hingga pelaksanaan kebiasaan positif lainnya.

Penerapan Aplikasi Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini dapat diakses melalui tautan 7kaih.smp2kudus.sch.id.

Aplikasi ini menjadi inovasi sekolah untuk memantau pembentukan karakter murid secara harian, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua.

Kepala SMP 2 Kudus, In Setyorini menjelaskan, penerapan aplikasi ini merupakan bentuk adaptasi sekolah terhadap perkembangan teknologi.

Hal ini sekaligus mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait penguatan pendidikan karakter.

“Dulu kita menggunakan buku harian, sekarang eranya sudah digital. Anak-anak lebih tertarik menggunakan aplikasi,” jelasnya, belum lama ini.

“Setiap hari laporan mereka langsung terbaca oleh wali kelas. Kalau dulu menggunakan buku, kami baru melihatnya seminggu sekali,” imbuhnya.

Melalui aplikasi tersebut, siswa mengisi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kebiasaan positif.

Mulai dari waktu bangun pagi, pelaksanaan ibadah, hingga aktivitas sehari-hari yang mendukung pembentukan karakter.

Menurutnya, pencatatan digital bukan sekadar menggantikan buku konvensional.

Tetapi juga membangun komunikasi yang lebih intensif antara sekolah, siswa, dan orang tua.

“Yang terpenting adalah bagaimana karakter anak bisa terus dipantau,” katanya.

“Orang tua juga dapat mengetahui perkembangan anaknya setiap hari, bukan lagi menunggu laporan mingguan,” tambahnya.