BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Langkah mantap ditunjukkan oleh 22 anggota Pramuka Penggalang terbaik Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Banjarnegara.
Mereka resmi dilepas untuk berjuang membawa nama harum daerah dalam ajang Jambore Daerah (Jamda) MTs Tingkat Provinsi Jawa Tengah ke-2 2026.
Momen pemberangkatan yang berlangsung khidmat di Sasana Bhakti Praja Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (29/7/2026) ini menjadi awal perjuangan para penggalang.
Kontingen dijadwalkan berlaga di Bumi Perkemahan Rama Shinta Camping Ground, Kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Klaten, mulai 2 hingga 5 Agustus 2026 mendatang.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Muda (Waka Binamuda) Kwartir Cabang (Kwarcab) Banjarnegara, Rowi mengungkapkan, kontingen Banjarnegara diperkuat oleh 11 penggalang putra dan 11 penggalang putri. Mereka dikawal oleh dua pimpinan kontingen serta empat pembina pendamping.
Ia menegaskan, para peserta yang berangkat merupakan putra-putri terbaik hasil penyaringan ketat.
“Para peserta merupakan hasil seleksi terbuka dari 15 madrasah yang berpartisipasi, hingga terpilih perwakilan dari 13 MTs yang terdiri dari 4 MTs Negeri dan 9 MTs Swasta,” terang Rowi.
Guna memantapkan persiapan, seluruh kontingen telah digembleng melalui training center (TC) sebanyak empat kali selama kurang lebih satu bulan di Kwarcab Banjarnegara.
Meskipun Jambore identik dengan suasana kegembiraan, ajang tahun ini juga dikemas dengan nuansa kompetisi yang lumayan ketat.
“Dengan bekal latihan yang matang, para penggalang dinyatakan jauh lebih siap untuk berlaga dan bersaing secara sehat dengan kontingen dari kabupaten lain di Jawa Tengah,” ujarnya.
Optimisme tinggi turut terpancar dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjarnegara, Sukarno.
Mengingat pada edisi sebelumnya Banjarnegara berhasil menyabet peringkat ketiga, kini dengan persiapan yang makin matang untuk menghadapi 14 cabang lomba, ia meyakini kontingennya mampu melampaui capaian tersebut.
Dukungan penuh dan pembekalan moral juga disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Banjarnegara, Dalmini.
Ia berpesan agar ajang ini dimanfaatkan sebagai ruang bersilaturahmi, berinteraksi, dan bertukar pengalaman dengan sesama anggota pramuka dari berbagai penjuru Jawa Tengah.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan sekolah, melainkan investasi nilai kehidupan yang manfaatnya akan terasa hingga puluhan tahun mendatang,” terangnya.
Ia menambahkan, pengalaman ini juga sangat berguna ketika para anggota kelak mendaftar ke lembaga pendidikan kedinasan seperti Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), maupun jenjang perguruan tinggi. (cr1/ree/rds)










