BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara seiring memasukinya puncak musim kemarau.
Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, wilayah bagian selatan ditetapkan sebagai kawasan paling rawan terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Raib Sekhudin, S.ST., M.KL. menjelaskan, kawasan selatan Banjarnegara didominasi area hutan Perhutani yang berbatasan langsung dengan lahan perkebunan serta pemukiman warga.
Kondisi vegetasi yang sangat mengering membuat kawasan ini amat rentan terbakar walau hanya dipicu percikan api kecil.
“Kondisi di wilayah selatan saat ini sangat kering,” ujar Raib saat ditemui di kantornya, Rabu (29/7/2026).
“Kalau ada yang sengaja membuat api atau membakar sampah di sekitar situ, dikhawatirkan api akan cepat merembet,” imbuhnya.
Selain kawasan selatan, potensi karhutla juga terdeteksi di wilayah utara Banjarnegara, khususnya di Kecamatan Batur dan Pandanarum.
Meski demikian, kondisi vegetasi di bagian utara dinilai masih relatif lembap sehingga tingkat kerawanannya berada di bawah wilayah selatan.
Raib menuturkan, Banjarnegara Selatan tingkat kerawanannya sangat tinggi karena karakteristik lahan di daerah tersebut banyak ditumbuhi vegetasi sangat kering.
Selain itu, hutan Perhutani di sana berdampingan langsung dengan kebun dan pemukiman.










