SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan senilai Rp 100 juta untuk penanganan dua sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan di Kabupaten Grobogan dan Kota Semarang.
Masing-masing sekolah menerima bantuan awal sebesar Rp 50 juta sebagai bentuk percepatan penanganan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Dua sekolah yang mendapat bantuan tersebut adalah SD Negeri Ketanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, dan SD Negeri 03 Sendangmulyo, Kota Semarang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan keterbatasan kapasitas fiskal masih menjadi tantangan dalam penanganan sekolah rusak di Jawa Tengah.
Selain keterbatasan anggaran, penentuan skala prioritas rehabilitasi juga masih terus dievaluasi agar sekolah yang membutuhkan tidak terlewat.
“Kalau bicara soal kendala anggaran, tentu kapasitas fiskal kita ada batasnya. Mungkin penentuan skala prioritasnya yang belum sepenuhnya presisi sehingga masih ada beberapa sekolah yang tertinggal dari program penanganan,” ujarnya.
Menurut Sumarno, rehabilitasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi diprioritaskan bagi sekolah dengan tingkat kerusakan berat agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Apabila ditemukan sekolah rusak yang belum masuk daftar prioritas, Pemprov akan segera melakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
“Kalau memang ada yang kemarin (sebelumnya, Red) terlewat, tentu akan kami koordinasikan supaya kondisi sekolah yang rusak tersebut bisa segera ditangani,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh data kondisi sekolah di Jawa Tengah telah diklasifikasikan mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Hal ini sebagai dasar penentuan prioritas rehabilitasi sekaligus syarat pengajuan bantuan kepada pemerintah pusat.










