Jepara  

Sambut HUT ke-81 RI, PLN UIK Tanjung Jati B Rawat Jantung Pembangkit melalui Turbine Inspection

INSPEKSI: Tim PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B meninjau area turbin Unit 2 PLTU Tanjung Jati B dalam rangka pelaksanaan turbine inspection sebagai bagian dari pemeliharaan terencana. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan dan keandalan peralatan pembangkit dalam mendukung pasokan listrik bagi masyarakat menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia. (HUMAS PLN/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B terus memperkuat keandalan pembangkit. Hal ini dilakukan melalui pelaksanaan pemeliharaan terencana atau planned outage Unit 2 PLTU Tanjung Jati B.

Salah satu pekerjaan strategis dalam kegiatan tersebut adalah turbine inspection atau inspeksi menyeluruh pada peralatan turbin.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau mengatakan, semangat kemerdekaan diwujudkan PLN melalui kerja nyata dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

Pemeliharaan pembangkit menjadi bagian penting untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal. Terutama dalam mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi.

“Semangat HUT ke-81 RI kami maknai dengan menghadirkan kontribusi terbaik bagi negeri,” ujar Andi, Senin (3/8/2026).

“Melalui turbine inspection yang dilaksanakan secara teliti, aman, dan sesuai standar, PLN berupaya memastikan pembangkit mampu kembali beroperasi secara optimal untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan,” imbuhnya.

Pekerjaan turbine inspection Unit 2 meliputi penggantian Main Stop Valve (MSV) serta pemeriksaan terhadap Control Valve (CV). Kemudian pemeriksaan Reheat Stop Valve (RSV) dan Intercept Control Valve (ICV).

Komponen-komponen tersebut memiliki peranan penting dalam mengatur dan mengisolasi aliran uap menuju turbin. Sekaligus mendukung sistem proteksi ketika terjadi kondisi operasi yang tidak normal.

Proses pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembongkaran hingga pembersihan komponen MSV.

Dilakukan juga pemeriksaan kondisi seat valve menggunakan metode non-destructive testing berupa penetrant test, hingga pemasangan cassette MSV baru.

Pemeriksaan juga mencakup main valve, extraction steam check valve, serta pelayanan terhadap katup-katup pendukung turbin.

Selain pemeriksaan mekanis, tim melakukan kalibrasi sekitar 35 turbine control valve, penggantian aktuator pada sistem Low Pressure Bypass dan High Pressure Bypass.

PERAWATAN: Petugas PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B memeriksa sistem perpipaan uap dan peralatan pendukung turbin Unit 2 PLTU Tanjung Jati B. Pemeriksaan menjadi bagian dari turbine inspection untuk memastikan aliran uap, fungsi peralatan, dan kesiapan operasi pembangkit tetap terjaga secara aman dan andal. (HUMAS PLN/JOGLO JATENG)

Serta penggantian dan kalibrasi modul antarmuka katup utama turbin pada sistem Digital Electro-Hydraulic Control (DEHC).

Rangkaian pekerjaan ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi respons katup, keandalan sistem kontrol, dan keselamatan pengoperasian turbin.

“Turbin merupakan salah satu peralatan utama yang mengubah energi uap menjadi energi mekanis untuk menggerakkan generator,” jelas Andi.

“Oleh karena itu, setiap komponen harus diperiksa secara presisi agar mampu bekerja dengan respons yang tepat, stabil, dan aman saat unit kembali dioperasikan,” tambahnya.

Pelaksanaan planned outage Unit 2 ini berlangsung sejak Minggu (28/6/2026) dan ditargetkan selesai pada Selasa (11/8/2026), dengan durasi maksimal 45 hari.

Secara keseluruhan, program tersebut mencakup 1.034 work order dan melibatkan lebih dari 1.150 pekerja, serta didukung oleh 30 perusahaan kontraktor.

Selain inspeksi turbin, pekerjaan utama mencakup pemeriksaan generator, perbaikan pipa circulating water, penggantian pipa boiler, serta overhaul peralatan pendukung pembangkit.

Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada prinsip 5 ON, yaitu On Safety, On Time, On Scope, On Quality, dan On Cost.

Setelah pemeliharaan selesai, keandalan unit ditargetkan berada pada tingkat yang sama atau lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya. Yakni dengan kemampuan operasi mencapai 660,8 megawatt atau lebih baik, serta tingkat efisiensi pembangkit yang tetap terjaga.

Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dengan sasaran zero accident, tidak terjadi kasus pertolongan pertama, dan tidak ada insiden keamanan, serta terpenuhinya seluruh parameter lingkungan.

Pengawasan pekerjaan dilakukan melalui safety induction, toolbox meeting, inspeksi lapangan secara berkala, dan penerapan permit to work. Serta pemantauan aktivitas pada area prioritas melalui kamera pengawas atau CCTV secara real-time.

Andi menegaskan bahwa kolaborasi antara PLN, pengelola pembangkit, tenaga ahli, dan seluruh mitra kerja menjadi faktor penting dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai target.

“Dirgahayu Republik Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan keselamatan, kami optimistis pemeliharaan Unit 2 dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan hasil terbaik,” paparnya.

“Inilah bagian dari komitmen PLN untuk terus menjaga energi yang menggerakkan kemajuan Indonesia,” tutup Andi. (hms/rds)