Jepara  

Wali Murid Sempat Resah, Jadwal MPLS Sekolah Rakyat Jepara Terpaksa Diundur! Ini Alasannya

SEMANGAT: Siswa Sekolah Rakyat (SR) saat melakukan daftar ulang di gedung baru SR di Desa Pakis Aji, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jumat (31/7/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Ratusan calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Jepara belum bisa memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai jadwal. Proses pengenalan sekolah yang semula direncanakan berlangsung Jumat (31/7/2026) kembali ditunda lantaran pembangunan gedung belum rampung.

Penundaan itu membuat sebagian orang tua dan wali murid mulai mempertanyakan kepastian dimulainya kegiatan belajar.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Jepara, Muh Ali, mengatakan MPLS dijadwalkan baru dimulai pada Kamis (20/8/2026).

Hingga saat itu, penyelesaian akhir bangunan ditargetkan sudah tuntas sehingga seluruh fasilitas aman dan siap ditempati para siswa.

“Bapak ibu wali murid ini banyak yang tanya dan resah, ini jadi sekolah atau tidak. Sehingga pada Jumat (31/7/2026) kita lakukan daftar ulang, tapi belum mulai MPLS,” terang Muh Ali, Minggu (2/8/2026).

Ali menjelaskan, pada Jumat (31/7/2026) lalu, para calon siswa sebenarnya dijadwalkan mulai mengikuti MPLS. Namun, karena pembangunan sekolah belum selesai, kegiatan tersebut diganti dengan proses daftar ulang.

Sebanyak 270 calon siswa telah mengikuti daftar ulang. Mereka terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Usai pembukaan daftar ulang, para calon siswa bersama orang tua diajak berkeliling lingkungan sekolah untuk mengenal fasilitas yang telah disiapkan. Mulai dari asrama, ruang belajar, hingga area penunjang lainnya.

Setelah kegiatan tersebut selesai, seluruh peserta kembali ke rumah karena belum memasuki masa tinggal di asrama.

“Setelah daftar ulang, anak-anak dan orang tua bisa keliling, lihat lingkungan sekolah, supaya nanti bisa nyaman saat di sini. Hari ini tidak langsung masuk asrama,” ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat Rintisan yang selama ini belajar di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan tetap melanjutkan aktivitasnya.

Mereka dijadwalkan kembali ke asrama mulai Senin (3/8/2026) dan nantinya akan dipindahkan ke kompleks SRT Pakis Aji setelah MPLS resmi dimulai. (oka/gih/rds)