Disarpus Banjarnegara Gencar Selamatkan Puluhan Naskah dan Dokumen Kuno

ASET: Kepala Bidang Perpustakaan Disarpus Kabupaten Banjarnegara, Masfufatun Juni, menunjukkan beberapa dokumen dan naskah kuno di ruang kerjanya pada Jumat (31/7/2026). (FAJAR ARI WIBOWO/JOGLO JATENG)

Menanggapi kendala sebagian warga yang enggan menyerahkan naskah asli peninggalan leluhur, Disarpus Kabupaten Banjarnegara menerapkan solusi alih media digital (digitalisasi).

Petugas mendatangi lokasi pemilik naskah untuk melakukan pemindaian (scanning) dan pemotretan resolusi tinggi (foto digital).

“Masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan barang peninggalannya. Kami lakukan alih media digital di tempat,” terangnya.

“Pemilik tetap menyimpan naskah aslinya, sementara kami menyimpan salinan digitalnya untuk diarsip serta diajukan ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia guna memperoleh sertifikat pendaftaran resmi,” tambahnya.

Yuni mengakui, salah satu tantangan utama dalam penyelamatan naskah kuno ini adalah minimnya sumber daya yang memiliki keahlian membaca aksara kuno. Khususnya untuk membaca aksara Jawa dan Pegon tanpa harakat.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihak Disarpus aktif merangkul para akademisi, budayawan, serta pegiat komunitas literasi.

Meski target preservasi naskah kuno 2026 telah terlampaui, Disarpus Kabupaten Banjarnegara berkomitmen untuk terus menyisir desa-desa.

Hasil alih media naskah kuno ini ke depan juga bakal ditampilkan dalam pameran literasi untuk memberikan edukasi sejarah bagi generasi muda. (cr1/fan/rds)