PURWOREJO, Joglo Jateng – Orang tua wajib memperhatikan apa yang dimainkan oleh anak-anaknya agar tidak terjadi hal-hal buruk. Hal ini penting agar kejadian kebakaran rumah seperti di Dusun Krajan, Desa Wonotulus, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo tidak menimpa siapa pun.
Peristiwa kebakaran rumah milik Nashohah ini terjadi pada Sabtu (8/8/2026) malam, kurang lebih pukul 20.00 WIB. Awal mulanya, dua anak korban yang masih bocah, yakni P (7) dan H (4,5) bermain di dalam kamar dan membakar kertas.
Sedangkan sang ibu, Ngatoaturrohmah, saat itu berada di rumah bagian depan. Rumah korban sendiri berbentuk rumah tradisional limasan yang memiliki tiga bagian, yakni pendopo limasan bagian depan untuk ruang tamu, bagian tengah untuk kamar tidur dan ruang keluarga, serta bagian belakang untuk dapur.
Tak lama kemudian, Ngatoaturrohmah kaget saat mendengar suara letupan. Saat mengecek ke belakang, api sudah membesar dari dalam kamar dan dengan cepat menyebar ke area sekitarnya.
Kepala Dusun (Kadus) Krajan, Warsito yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi pemadam kebakaran melalui warga lain, Anggit Pulung, yang merupakan anggota Kepolisian Resor (Polres) Purworejo.
“Berdasarkan keterangan pemilik rumah, anaknya bermain api di dalam kamar. Anaknya membakar api dan kertas di dalam tempurung atau batok kelapa,” tutur Kepala Desa (Kades) Wonotulus, Zaenal di lokasi kejadian.
“Kemudian tidak tahu, api membakar kasurnya. Bapaknya, Nasruloh, berusaha memadamkan api dengan cara mengambil air dengan ember, tapi begitu keluar untuk ambil ember, api sudah membesar,” imbuh Zaenal.
Ia menerangkan, total bangunan yang terbakar mencapai 80 persen. Hampir semua bangunan rumah tersebut ludes dilalap api.
Imbauan Damkar
Sementara itu, Analis Kebakaran Ahli Pertama Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Purworejo, Miftah mengatakan, laporan masuk ke markas komando (mako) sekitar pukul 19.51 WIB. Semenit kemudian, para petugas segera meluncur ke lokasi kebakaran.
“Setelah mendapat laporan sekitar pukul 20.00 WIB, kami langsung berangkat dari Kutoarjo. Sebenarnya ada juga tugas Operasi Tangkap Tawon (OTT), tapi karena ada kebakaran kami utamakan dulu tugas di sini,” tuturnya.
“Sampai di sini api sudah membesar,” tambah Miftah.
Untuk memadamkan api, lanjut dia, pihaknya mengerahkan tiga unit kendaraan. Rinciannya, dari Mako Purworejo dikerahkan dua unit dan dari Kutoarjo satu unit.
Sebanyak 15 personel dari Regu A dan B juga diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah tersebut.
“Alhamdulillah, semua dapat terkondisi, tadi sekitar pukul 20.45 WIB api berhasil dipadamkan. Yang jadi kendala adalah jalan menuju lokasi sempit dan berkelok-kelok, sedangkan unit kami besar jadi agak sulit mencapai lokasi,” jelasnya.
“Rumah limasan terbuat dari kayu sehingga membuat api cepat merambat. Kami bisa menyelamatkan joglo bagian depan dan dapur di belakang, namun bagian tengah untuk tempat tinggal tidak bisa diselamatkan karena saat kami tiba api sudah membesar,” bebernya.
Miftah mengimbau agar di musim kemarau ini masyarakat harus tetap berhati-hati dan memperhatikan instalasi listrik.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. Mengingat udara yang sedang panas, percikan api kecil akan sangat mudah membakar lahan atau benda di sekitarnya. (mrn/rds)










