Kendal  

9 Rumah Terbakar di Ringinarum Kendal, Bantuan untuk Korban Mulai Berdatangan

PEDULI: Koordinator SPPG Kabupaten Kendal M Faris Maulana (baju biru) didampingi Ketua Paguyuban SPPG Kabupaten Kendal Sugiyono (kaos hitam) berbincang dengan korban kebakaran Kedungasri, Rabu (12/8/2026). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Bantuan bagi korban kebakaran di Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, mulai berdatangan. Pemerintah desa setempat sebelumnya mendirikan posko bantuan setelah kebakaran menghanguskan dan merusak sejumlah rumah warga pada Senin (10/8/2026) sore.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan mengakibatkan sembilan bangunan rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, lima rumah mengalami kerusakan hingga 100 persen.

Musibah tersebut berdampak terhadap tujuh kepala keluarga (KK). Posko bantuan yang didirikan Pemerintah Desa Kedungasri menjadi tempat pengumpulan bantuan dari berbagai pihak untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.

Salah satu bantuan datang dari koordinator dan staf Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Kendal (SPPG) bersama Paguyuban SPPG Kabupaten Kendal.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari. Mulai dari beras, minyak goreng, mi instan, telur, teh, gula, perlengkapan mandi, hingga uang tunai.

Koordinator SPPG Kabupaten Kendal, M Faris Maulana mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kami tidak hanya memberikan makan bergizi gratis kepada masyarakat Indonesia, tapi juga ada kepedulian kita terhadap sesama yang sedang dilanda musibah,” katanya, Rabu (12/8/2026).

Faris berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat sekaligus membantu meringankan beban para korban yang terdampak kebakaran.

“Mudah-mudahan dari kami ini bermanfaat dan meringankan beban kepada korban,” ujarnya.

Ketua Paguyuban SPPG Kabupaten Kendal, Sugiyono, berharap kepedulian tersebut dapat diikuti masyarakat maupun pihak lainnya.

“Mudah-mudahan bantuan yang kita berikan bisa memicu masyarakat yang lain untuk turut membantu sehingga bisa meringankan beban para korban,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungasri, Heru Susanto mengatakan, pemerintah desa langsung membentuk tim relawan setelah kebakaran terjadi. Tim tersebut bertugas mengelola posko sekaligus menggalang donasi untuk korban.

Kata Heru, donasi dapat diberikan secara langsung maupun dikirim melalui rekening yang telah disiapkan.

“Semua bantuan yang masuk kita awasi secara ketat dan akan kita salurkan kepada korban secara adil,” jelasnya.

Heru menegaskan, bantuan yang terkumpul akan disalurkan kepada warga terdampak sesuai kebutuhan. Pihak desa juga memastikan proses penerimaan dan penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi.

“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu warga yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan mereka setelah musibah kebakaran,” pungkasnya. (ags/gih/rds)