Kendal  

Resmi Pimpin UMKABA, Prof Anton Agus Fokus Perkuat Tata Kelola, SDM dan AIK

RESMI: Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Bambang Setiadi saat melantik Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si. di kampus 1 UMKABA, Selasa (11/8/2026). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Rektor Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) periode 2026–2030, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si., menyiapkan tiga fokus utama dalam memimpin UMKABA.

Ketiganya yakni penguatan tata kelola, sumber daya manusia (SDM), serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Hal tersebut disampaikan Prof. Anton usai pelantikan dan serah terima jabatan Rektor UMKABA di Aula Ahmad Dahlan, Kampus 1 Gedung UMKABA Kendal, Selasa (11/8/2026).

Menurut Prof. Anton, penguatan tiga aspek tersebut menjadi bagian penting untuk melanjutkan pengembangan UMKABA.

Ia menyebut, kampus telah memiliki sejumlah capaian yang dapat menjadi pijakan untuk memperkuat perguruan tinggi pada periode kepemimpinannya.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah penguatan. Penguatan dari sisi tata kelola, penguatan dari sisi SDM, kemudian penguatan dari sisi AIK,” kata Prof. Anton.

Salah satu perkembangan yang disorot yakni peningkatan jabatan fungsional dosen, khususnya di Fakultas Ilmu Kesehatan. Dibandingkan kondisi pada 2023, perkembangan tersebut dinilai cukup signifikan.

Ia menyampaikan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan adanya penguatan kualitas SDM di lingkungan UMKABA. Capaian yang sudah dibangun akan dilanjutkan melalui penguatan pada periode 2026–2030.

Ia juga menilai tantangan perguruan tinggi di Indonesia, terutama perguruan tinggi swasta, semakin berkembang. Kampus dituntut menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja.

“Kalau dulu orang yang dianggap memiliki kompetensi adalah mereka yang mempunyai keahlian spesialis, sekarang pendekatannya sudah berubah menjadi multidisciplinary approach,” tuturnya.

Dunia bisnis, lanjut Prof. Anton, sudah bergerak ke arah tersebut. Dalam knowledge-based economy, polanya juga demikian.

Karena itu, UMKABA diarahkan untuk menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan kebutuhan industri. Selain kompetensi akademik dan profesional, perguruan tinggi juga diharapkan mampu mencetak pemimpin.

“Perguruan tinggi bukan hanya mencetak orang yang kompeten, tetapi juga harus mencetak leader. Mereka adalah orang-orang yang berani melakukan inovasi dan terobosan,” tegasnya.

Prof. Anton berharap UMKABA dapat berkembang menjadi leadership university. Sehingga tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga menyiapkan calon pemimpin yang mampu berperan di berbagai sektor.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Bambang Setiadi mengatakan, dunia pendidikan tinggi saat ini menghadapi fase penuh tantangan.

Perguruan tinggi harus mampu beradaptasi sekaligus menjaga kualitas.

“Sekarang kita menghadapi masa pancaroba. Perguruan tinggi harus mampu bertahan dengan mengutamakan kualitas,” tegasnya.

Karena itu, UMKABA diminta menjadikan peningkatan mutu sebagai prioritas. Baik melalui penguatan tata kelola, kualitas pembelajaran, maupun relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. (ags/gih/rds)