Pemanfaatan teknologi pertanian juga mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani. Salah satunya penggunaan drone untuk membantu proses penyemprotan tanaman.
“Drone yang kami gunakan berasal dari bantuan Brigade Pangan. Awalnya untuk tanaman padi, tetapi saat musim kemarau kami manfaatkan untuk bawang merah dan hasilnya cukup efektif,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan, potensi pengembangan hortikultura, khususnya bawang merah, masih terbuka lebar. Menurutnya, bawang merah memiliki prospek pasar yang cukup baik dan berpeluang menjadi salah satu komoditas yang memperkuat ekonomi pertanian di wilayah Pantura.
“Prospek pasarnya juga relatif bagus. Selama ini kita masih sangat bergantung pada daerah Brebes dan Tegal. Karena itu, untuk wilayah Pantura kami berupaya agar Rembang menjadi salah satu daerah penghasil bawang merah,” ujarnya.
Agus menyebut budidaya bawang merah saat ini telah berkembang di sejumlah wilayah Rembang, meskipun belum merata di seluruh kecamatan. Selain Kecamatan Sumber, pengembangan juga mulai terlihat di Kecamatan Kragan, Bulu, serta sejumlah wilayah lainnya.
“Harapan kami ke depan ada penambahan luas tanam bawang merah. Apalagi dengan adanya peran petani milenial yang mulai tertarik mengembangkan komoditas ini. Kami berharap Rembang dapat menjadi salah satu sentra bawang merah,” katanya.
Menurut Agus, pengembangan komoditas tersebut perlu dibarengi dengan modernisasi pertanian. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern dinilai dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.
“Kami mendorong teman-teman petani milenial untuk memanfaatkan drone secara optimal sekaligus mengampanyekan kepada petani lain agar pertanian dengan sarana dan prasarana modern terus tumbuh dan berkembang,” jelasnya. (hms/fat/rds)










