Dispar Bantul Dorong Homestay Desa Wisata Berstandar Internasional

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul terus mendorong agar desa wisata di Bantul mampu berskala internasional. Salah satu hal yang diupayakan yaitu memperbaiki fasilitas dan standar pelayanan homestay.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, pengembangan pariwisata di Bantul berbasis budaya atau Bantul Bumi Mataraman. Sehingga keberadaan homestay menjadi sangat penting sebagai akomodasi pendukung, sekaligus mengenalkan lebih dalam ciri khas dari desa wisata tersebut.

“Kenapa homestay menjadi penting, karena di sana wisatawan bisa aktif berinteraksi dengan pemilik maupun masyarakat. Artinya akan ada proses menyelami kondisi sosial warga yang ada di sana, baik dari aspek craft, seni dan budaya. Sehingga menjadi pengalaman berharga bagi pengunjung dan berbeda dengan hotel,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk mendukung hal tersebut, mau tidak mau desa wisata harus memperbaiki fasilitas standar pelayanan homestay menjadi berstandar internasional. Maka dari itu, pihaknya menegaskan paling tidak ada tiga keuntungan yang memberikan dampak positif.

“Keuntungan pertama peningkatan kualitas dan kapasitas para pengelola desa wisata. Lalu siap go internasional karena juga didukung oleh berbagai pihak termasuk kampus. Kemudian mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, menurutnya homestay di desa wisata sebarannya tidak merata. Seperti di Desa Wisata Tembi, ada sekitar 63 homestay, Desa Wisata Mangunan 32 homesta dan Desa Wisata Wukirsari 17 homestay.

“Artinya, untuk wisatawan dengan jumlah kecil masih memungkinkan. Tapi kalau jumlah besar atau group, kemarin dari Qatar lebih 50 orang datang ke Desa Wisata Mangunan dan homestay tidak mencukupi. Akhirnya dibagi dengan yang berada di Muntuk,” terangnya.

Sementara itu, jumlah keseluruhan yang ada di Bantul tercatat ada 306 homestay dengan kapasitas 1.051 kamar. Secara kuratif, sebanyak 60 persen atau kurang lebih 700 kamar yang layak dikunjungi wisatawan internasional.

“Maksudnya layak terutama bersih. Karena di Bantul ini sangat minim akomodasi wisata terutama hotel. Sehingga mau tidak mau kita arahkan untuk pengembangan homestay, atau paling tidak kelasnya kita tingkatkan,” pungkasnya.(cr13/sam)