Pedagang Keluhkan tak Meratanya Distribusi Beras SPHP

PUTIH BERSIH: Sudijah Pedagang Beras los Beras Pasar Pagi Pemalang saat memperlihatkan beras dagangannya, Senin (19/2/24). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Beberapa pedagang beras di Los Beras Pasar Pagi Pemalang, mengeluhkan tidak meratanya distribusi beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog sampai ke tangan mereka. Walaupun telah terdata oleh petugas Bulog, namun mereka tetap tidak mendapatkan stok beras SPHP yang lebih murah dibandingkan beras premium dan medium yang beredar.

Hal ini diungkapkan oleh Sudijah (60), pedagang beras di Los Beras Pasar Pagi Pemalang mengungkapkan kekesalannya kepada pemerintah dan Bulog, karena tak kunjung mendapatkan distribusi stok beras SPHP sejak program tersebut ada. Dirinya hanya bisa menjual beli kan beras dari rice mill, yang mempunyai harga lebih tinggi dibandingkan beras SPHP.

“Padahal kita sudah terdata dan ada spanduknya di sini bisa dilihat ini, tapi kok tidak bisa mendapatkan stok dari Bulog. Hanya pedagang besar di depan yang bisa dapat, kita yang di dalam pasar tidak dapat,” ujarnya, Senin (19/2/24).

Kekesalannya tersebut telah disampaikan kepada petugas Diskoperindag Pemalang serta kepala pasar. Namun pada prosesnya, dirinya dan sejumlah pedagang di los dalam tetap tidak bisa mendapatkan stok, akibat mereka tidak mempunyai NPWP sebagai salah satu syarat pendataan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Arin (23), pedagang beras di Los Pasar Pagi Pemalang yang meminta regulasi tersebut agar dipermudah. Di mana saat ini, masyarakat mencari beras dengan harga yang lebih terjangkau, karena dari sebelum Pemilu hingga setelahnya harga beras terus naik bahkan hampir di angka Rp 18 ribu per kilonya.

“Regulasinya bisa diringankan mungkin lewat pedagang di depan pembeliannya, nah nanti kita bisa dapat kuota stok beras. Jadi kita bisa menjual beras dengan harga lebih terjangkau, tidak terlalu mahal seperti sekarang,” terangnya.

Sementara itu, Sri (40) pedagang sembako di kios depan Pasar Pagi Pemalang menuturkan, kenaikan beras saat ini karena bahan, dalam hal ini padi di petani masih minim akibat belum adanya panen. Sehingga sejumlah rice mill tidak mendapat bahan untuk digiling dan para sales beras juga mengalami kesulitan mendapatkan barang untuk di distribusi ke para pedagang.

“Kita di depan juga tidak dapat SPHP, tapi keterangan dari sales itu sekarang memang beras sulit didapatkan. Apalagi belum panen dari awal tahun, jadi makin sulit. Tadi saja saya telepon katanya barang tidak ada padahal sekarang sudah minim stok di gudang,” ucapnya. (fan/abd)