Kualitas Kopi Robusta Muria Terus Ditingkatkan

Kopi Robusta Muria
NIKMAT: Proses pembuatan Kopi Muria yang menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Kudus. (SYAMSUL HADI/ JOGLO JATENG)

KUDUS – Kopi Robusta Muria yang berada di lereng Gunung Muria Kudus, pernah sabet prestasi di ajang yang digelar di Jakarta tahun lalu. Kopi Robusta Muria berhasil mendapatkan juara harapan II di tingkat Nasional.

Menurut salah satu petani Kopi Robusta, Jhon Priyono, banyak variabel yang dinilai dalam ajang kopi tingkat nasional tersebut. Tidak hanya dinilai rasanya, namun berbagai aspek juga dinilai.

“Variabel yang menjadi penilaian banyak. Salah satunya kualitas cita rasa,” ucapnya saat ditemui di Desa Japan, Kecamatan Dawe, beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, dalam proses pembuatan kopi robusta memiliki keistimewaan tersendiri. Pasalnya, biji kopi yang dipetik di perkebunan yakni biji kopi bewarna merah. Kemudian, untuk pengupasan kulitnya juga dilakukan dengan cara modern.

“Ketika roasting, mesin yang dipakai juga modern. Tidak lagi memakai manual. Sehingga kematangan biji kopinya bisa disesuaikan,” terangnya.

Jhon menambahkan, kopi robusta ketika diminum juga terdapat manfaat untuk kesehatan. Namun, jika di minum tanpa menggunakan gula.

“Kalau diminum tanpa gula, khasiatnya bagus untuk kesehatan,” jelasnya.

Banyak orang jika minum kopi mengalami kesakitan pada lambung. Ia menjelaskan, karena cara mengolah kopi tersebut dirasa tidak benar.

“Kalau ada yang bilang minum kopi bikin sakit lambung, itu ya karena cara mengolah kopinya tidak benar,” tuturnya.

Jhon berharap, Kopi Robusta tersebut bisa semakin maju kedepannya dan berkembang. Agar bisa mendongkrak perekonomian masyarakat setempat dan para petani kopi.

“Harapannya di Desa Japan Kudus ini semakin berkembang dan semakin banyak coffee shop. Juga masyarakat Kota Kretek memilih kopi lokal ini untuk dihidangkan,” imbuhnya.(sam/akh)