Pakis Power Yoghurt Inovasi Pelajar SMAN 1 Kudus Cegah Kanker

KOMPAK: Tim pelajar SMAN 1 Kudus saat menunjukkan medali emas usai menjuarai World Invention Competition and Exhibition 2024 di MAHSA University Malaysia, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Tim riset pelajar SMAN 1 Kudus kembali menorehkan medali emas di mancanegara. Kali ini dengan membawa judul Efektivitas Daun Pakis (Diplazium esculentum Swartz) terhadap Senyawa Luteolin sebagai Kandidat Obat untuk Penyakit Kanker Menggunakan Metode In Silico.

Tim ini terdiri dari Marchscha Putrie Yuwono, Diza Fahira Rubiyanto, Nadhia Amira Arbani dan Muhammad Auky Albani. Mereka menginovasikan PAPOYO (Pakis Power Yoghurt).

Dalam ajang World Invention Competition and Exhibition 2024 tersebut, mereka berhasil mengalahkan 126 tim dari berbagai negara. Seperti Thailand, Mexico, Indonesia, Malaysia, Bangladesh dan lain-lain.

Salah satu peserta tim, Marchscha Putrie Yuwono menjelaskan, inovasi yogurt dengan ekstrak daun pakis untuk mencegah kanker ini merupakan ide pengembangan produk pangan fungsional. Yaitu dengan menggabungkan manfaat probiotik yogurt dengan kandungan bioaktif dari daun pakis.

“Ekstrak daun pakis diketahui memiliki senyawa-senyawa seperti flavonoid dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Dan dapat melawan radikal bebas yang berkontribusi pada perkembangan sel kanker,” jelasnya kepada Joglo Jateng.

Penggunaan yogurt, lanjut dia, sebagai media pembawa memberikan manfaat ganda. Selain mendukung kesehatan pencernaan melalui probiotik, kandungan ekstrak daun pakis yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu meningkatkan perlindungan tubuh terhadap kanker.

Sementara untuk memastikan efektivitas ekstrak daun pakis dalam mencegah kanker, menggunakan metode uji in silico. Ia kembali menjelaskan, metode ini adalah simulasi komputasi untuk memetakan interaksi senyawa aktif dalam daun pakis dengan target protein atau enzim yang berperan dalam perkembangan kanker.

“Dengan metode ini, kami dapat mengidentifikasi senyawa potensial yang paling efektif sebagai agen anti-kanker. Sebelum dilakukan uji lebih lanjut yaitu Particle Size Analysis dan Fitokimia. Metode ini silico ini tidak hanya mempercepat proses penelitian. Tetapi juga mengurangi kebutuhan akan uji laboratorium yang mahal dan memakan waktu,” bebernya. (cr1/fat)