KENDAL, Joglo Jateng – Video penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang viral di media sosial menyulut emosi warga. Peristiwa itu juga memicu aksi unjuk rasa dari warga Kaliwungu yang mengecam tindakan tidak manusiawi oknum security terhadap PKL.
Dalam video yang berdurasi 25 detik tersebut memperlihatkan sepasang suami istri PKL dirundung petugas saat mencoba menyelamatkan barang dagangan mereka.
Alih-alih diberi kesempatan berdialog, mereka justru mendapatkan cacian dan makian dari pria berseragam yang diduga sebagai komandan security.
“Manusia bukan, heh manusia bukan kalian ini? Kalau manusia harusnya punya otak,” ujar pria tersebut dengan nada tinggi sambil menendang lapak.
Dalam video itu, sang istri tampak ketakutan, bahkan jatuh saat mencoba mengamankan dagangannya, tanpa satu pun petugas yang menunjukkan empati.
Komandan security yang bersangkutan malah berbalik meninggalkan lokasi tanpa memberi bantuan kepada korban yang terjatuh.
Aksi tersebut terekam jelas dan menyulut kemarahan publik yang ramai-ramai mengecamnya di media sosial.
Melihat kondisi demikian, Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, menegaskan akan melakukan mediasi atas konflik antara PKL dan oknum petugas keamanan di Kawasan Ekonomi Kendal (KIK).
Langkah ini diambil sebagai bentuk kesigapan Polres Kendal dalam menangani persoalan agar tidak berkepanjangan.
Kapolres mengungkapkan telah berkomunikasi dengan semua pihak terkait, termasuk korban dan terduga pelaku.










