Batang  

KIT Batang Digratiskan Lima Tahun

Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang
LUAS: Sejumlah alat berat difungsikan dalam pembangunan Kawasan Industri Terpadu(KIT) Batang, beberapa waktu lalu. (ANTARA / JOGLO JATENG)

BATANG – Bupati Batang, Wihaji menjelaskan, pemerintah kabupaten (pemkab) akan menggratiskan biaya sewa lahan selama lima tahun bagi investor asing yang akan menanamkan investasinya di kawasan industri terpadu (KIT) Batang. hal tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah melalui KIT Batang dalam berkompetisi dengan kawasan industri dari negara lain.

“Perintah Presiden minimal lima tahun gratis. Investor mungkin hanya membayar listrik dan air dan setelah memasuki tahun ke-enam, baru mulai proses bisnisnya, sewanya, dan lainnya,” ujarnya, Kamis (28/1).

Selain biaya sewa gratis selama lima tahun, pemkab juga akan mempermudah pengajuan perizinan penanaman modal asing (PMA). Ia mengatakan setelah lima tahun berjalan para investor dipersilakan membuat kesepakatan sewa untuk lima tahun maupun 30 tahun.

“Kami akan mempermudah dan memberikan keringanan para investor agar perusahaan beroperasi dulu serta berproduksi. Setelah itu, perusahaan bergulir ada produksi, uang berjalan, ada perputaran ekonomi,” imbuhnya.

Ia menjelaskan mengenai masalah perizinan perusahaan di KIT Batang, hampir semuanya gratis kecuali untuk izin mendirikan bangunan (IMB) yang nilainya juga relatif kecil. Menurutnya, saat ini masih ada dua hal kebijakan pemerintah mengenai KIT Batang yang masih dirapatkan seperti harga sewanya dan insentif apalagi yang bakal diterima oleh investor.

“Pada tawaran gratis sewa dan izin dipermudah sudah banyak investor yang berminat yaitu ada 23 perusahaan PMA dan penanaman modal dalam negeri (PMDN),” tuturnya.

Ia mengatakan 23 investor yang serius mendirikan perusahaan di KIT Batang ini, nantinya akan membutuhkan lahanya di atas 360 hektare. Selain itu, hal ini akan menyerap tenaga kerja sekitar 10.000 orang.

“23 perusahaan sudah ada nota kesepahaman (Memorandum of Understanding), tinggal menunggu harga sewanya karena mereka akan menghitung ‘cash flow’,” katanya.(ara/akh)