Kendal  

Setahun Beroperasi, RSI 2 Muhammadiyah Kendal Catat Kenaikan Kunjungan Pasien

Direktur RSI 2 Muhammadiyah Kendal, dr. Alexander Bramukhaer saat memberikan sambutan di acara Milad ke-1, Selasa (30/6).(Istimewa)

KENDAL, Joglo Jateng – Memasuki satu tahun operasional, Rumah Sakit Islam (RSI) 2 Muhammadiyah Kendal mencatat peningkatan jumlah kunjungan pasien dan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR). Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di rumah sakit yang melayani wilayah Kendal bagian atas.

Direktur RSI 2 Muhammadiyah Kendal, dr. Alexander Bramukhaer, mengatakan rata-rata kunjungan pasien selama Januari hingga Juni 2026 mencapai sekitar 870 pasien setiap bulan. Jumlah kunjungan tertinggi terjadi pada April 2026 dengan 1.052 pasien.

“Alhamdulillah, selama satu tahun berjalan kepercayaan masyarakat terus meningkat. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujar Alexander saat resepsi Milad ke-1 RSI 2 Muhammadiyah Kendal, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, pada enam bulan pertama operasional, yakni Juli hingga Desember 2025, rata-rata kunjungan pasien berada di kisaran 800 orang per bulan dengan angka tertinggi 954 kunjungan pada Oktober. Sementara itu, BOR meningkat dari sekitar 38 persen menjadi rata-rata 45 persen.

Menurut Alexander, peningkatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, klinik, dokter keluarga, hingga masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada RSI 2 Muhammadiyah Kendal.

“Keberhasilan ini bukan semata hasil kerja manajemen, tetapi buah dari dukungan seluruh stakeholder. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan kepada RSI 2 Muhammadiyah Kendal,” katanya.

Dalam rangka Milad ke-1, RSI 2 Muhammadiyah Kendal menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya anjangsana ke Pondok Pesantren Darul Arqom, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah bersama PMI Kabupaten Kendal, khitan massal bekerja sama dengan Lazismu, penandatanganan kerja sama pelayanan kesehatan, serta seminar kebidanan yang diikuti sekitar 140 bidan.

Alexander berharap RSI 2 Muhammadiyah Kendal dapat segera menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kendal bagian atas semakin luas.

Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Kendal, Taufik Husein, menilai kenaikan BOR dari 38 persen menjadi 45 persen menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit tersebut.

Menurutnya, masyarakat di wilayah Patean, Plantungan, Sukorejo, hingga Pageruyung kini memiliki alternatif layanan kesehatan yang lebih dekat melalui RSI 2 Muhammadiyah Kendal.

Taufik juga mendorong manajemen untuk mempercepat kerja sama dengan BPJS Kesehatan serta memperkuat fondasi keuangan rumah sakit agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) RSI 2 Muhammadiyah Kendal, Agus Budi Utomo, mengatakan rumah sakit Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada pelayanan medis, tetapi juga menjalankan misi sosial, pendidikan kesehatan, dan dakwah.

“Kami bersyukur bukan karena semakin banyak orang sakit, tetapi karena semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pelayanan kesehatannya kepada rumah sakit Muhammadiyah. Kepercayaan itu harus kami jawab dengan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendampingan spiritual menjadi bagian dari pelayanan di RSI 2 Muhammadiyah Kendal sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan dan dakwah Islam kepada para pasien.(ags)