Kendal  

Sempat Dicibir dan Diprotes Keluarga, Pria Asal Kendal Ini Buktikan Dedikasinya hingga Raih Kalpataru

SIAPKAN: Wasito saat menanam cemara laut di Pesisir Kendal, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Perjuangan Wasito dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi berawal dari kepedulian pribadi terhadap kondisi lingkungan.

Di tengah kesibukannya sebagai aparatur sipil negara (ASN), ia tetap meluangkan waktu untuk menanam mangrove hingga akhirnya menerima penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup, Kalpataru.

Pria yang kini berdinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal itu mengaku telah menggeluti kegiatan konservasi mangrove selama 26 tahun.

Selama kurun waktu tersebut, lebih dari 248 ribu pohon mangrove telah ditanam di kawasan pesisir Pantai Utara Jawa, termasuk di wilayah Kabupaten Kendal.

Pada awalnya, Wasito yang saat itu masih bertugas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak rutin memanfaatkan waktu libur setiap pekan untuk melakukan penanaman mangrove.

Setelah berpindah tugas ke Kabupaten Kendal pada 2024, kegiatan konservasi yang dilakukannya semakin intensif.

Ia mengajak masyarakat, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas pecinta alam untuk terlibat secara sukarela dalam penanaman mangrove.

Bersama Ikatan Mahasiswa (Imaken) Kendal dan para relawan, penanaman dilakukan di sedikitnya 12 titik pesisir. Titik tersebut tersebar di Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Patebon, Cepiring, Kangkung, hingga Rowosari.

Jenis mangrove yang ditanam antara lain Rhizophora atau bakau, Avicennia atau api-api, Bruguiera atau tancang, Casuarina equisetifolia atau cemara laut, serta Acanthus ilicifolius atau jeruju.

“Saya ngajak sama yang mau, kalau enggak mau ya tidak apa-apa, tidak ada paksaan,” kata Wasito, Sabtu (27/6/2026).

Warga Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, itu mengaku terdorong melakukan konservasi karena melihat garis pantai terus mengalami kemunduran. Selain itu, wilayah tempat tinggalnya juga semakin sering terdampak banjir rob.

Meski demikian, langkah yang ditempuh Wasito tidak selalu mendapat dukungan.