Kendal  

Sempat Dicibir dan Diprotes Keluarga, Pria Asal Kendal Ini Buktikan Dedikasinya hingga Raih Kalpataru

SIAPKAN: Wasito saat menanam cemara laut di Pesisir Kendal, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

Pada awal menjalankan kegiatan konservasi, ia mengaku kerap menerima keraguan dari masyarakat yang mempertanyakan manfaat penanaman mangrove.

Bahkan, keluarganya sempat memprotes karena aktivitas tersebut dinilai menyita banyak waktu.

“Tanya apa manfaat menanam mangrove dan segala macam lainnya. Tapi setelah saya beri penjelasan akhirnya paham,” ujarnya.

Konsistensi Wasito dalam menjaga lingkungan akhirnya mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Pada 2015, ia menerima Bupati Kendal Award kategori Pegiat Lingkungan Hidup. Lima tahun kemudian, tepatnya pada 2020, ia memperoleh penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Menurut Wasito, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan gerakan konservasi pesisir.

Ia berharap upaya penanaman mangrove dilakukan secara berkelanjutan sebagai salah satu langkah mengurangi dampak abrasi dan banjir rob di wilayah pesisir Kendal.

“Konservasi pesisir harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penanaman mangrove, pembangunan sabuk pantai, serta pengaturan kawasan pesisir yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya. (ags/gih/rds)