Gelombang Tinggi Diperkirakan Terjang Pesisir Selatan

Nelayan lego jangkar di pesisir pantai
WASPADA: Nelayan lego jangkar di pesisir pantai untuk menghindari gelombang tinggi di Perairan Karangsong, Indramayu, beberapa waktu lalu. (ANTARA / JOGLO JATENG)

SEMARANG – Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Ketinggian gelombang di Samudera Hindia dalam beberapa hari mendatang diperkirakan bisa mencapai 4 sampai dengan 6 meter.

Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap, Feriharti Nugrohowati mengatakan, terdapat sirkulasi siklonik di Laut Karang selatan Papua Nugini dan perairan utara Australia. Menurutnya, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari Barat Laut – Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4-25 knot.

Sedangkan, lanjutnya, di wilayah bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya – Barat laut dengan kecepatan angin berkisar 4-27 knot.

“Gelombang sangat tinggi 4 – 6 meter diperkirakan terjadi di Samudra Hindia sebelah selatan Jateng dan DIY serta sebagian Jabar. Untuk daerah Jateng yang terdampak yakni, Cilacap, Purworejo, dan Kebumen,” katanya Minggu (31/1).

Dikatakan, gelombang sangat tinggi tersebut bakal melanda selama tiga hari, yakni dari 31 januari – 2 Februari 2021. Sebab itu, pihaknya memperingatkan masyarakat di wilayah yang disebut untuk selalu waspada, utamanya nelayan dan pengguna kapal tongkang maupun kapal kargol.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir  sekitara area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada,” tutupnya. (git/gih)