PURWOREJO, Joglo Jateng – Inspektorat Daerah Kabupaten Purworejo mulai gencar menyelenggarakan kampanye antikorupsi dengan berbagai sasaran masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyampaikan pesan antikorupsi.
Pesan tersebut disampaikan dalam masa Kampanye Program Pariwara Antikorupsi tahun 2026. Program ini digagas langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi.
Salah satu sasaran kampanye adalah generasi muda melalui program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di beberapa sekolah. Inspektur Pembantu (Irban) V Inspektorat Daerah Kabupaten Purworejo, Anggit Wahyu Nugroho menyampaikan hal tersebut.
Anggit yang membidangi pendidikan dan pencegahan korupsi menyebut, tema yang diangkat adalah ‘Jajah Deso Milang Kori Suarakan Antikorupsi’. Tujuannya, untuk dapat menyuarakan nilai-nilai integritas dan antikorupsi ke penjuru wilayah di Kabupaten Purworejo.
“Salah satu kegiatan yang diselenggarakan sebagai rangkaian kampanye pariwara antikorupsi ini adalah pembelajaran nilai-nilai integritas dan antikorupsi pada tiga sekolah,” tutur Anggit, Rabu (15/7/2026).
Ketiga sekolah tersebut yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1, SMPN 2, dan SMPN 3 yang telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Purworejo. Kegiatan diselenggarakan selama tiga hari, mulai Senin (13/7/2026) hingga Rabu (15/7/2026) dengan peserta para murid baru.
Sebagai pemateri di SMPN 2, Anggit menggunakan metode mendongeng. Ia menggandeng talent dari SMPN 2 Purworejo, Muhammad Razeendra Albaihaqi.
Siswa itu sempat menjuarai lomba mendongeng tingkat Kabupaten Purworejo pada gelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) baru-baru ini. Anggit menyampaikan, dongeng yang diceritakan memang disiapkan khusus untuk pembelajaran antikorupsi.
Serta, ditujukan untuk penanaman nilai-nilai integritas yang diangkat dari fabel lokal dengan tokoh Kambing Etawa dan satwa lainnya. “Mengacu pada lembaga Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, maka nilai-nilai integritas yang ditanamkan sering kali disingkat dengan Jumat Bersepeda KK,” katanya.
Nilai tersebut meliputi Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras. Nilai-nilai ini disampaikan dengan metode yang ceria untuk anak-anak melalui kegiatan mendongeng dan bernyanyi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo, kata Anggit, pada tahun ini mengikuti program untuk tiga kategori sekaligus. Program ini menggunakan media konvensional, digital, maupun on ground activation.
Untuk on ground activation, telah dirancang satu kegiatan unggulan yang diberi nama Ekspedisi Purworejo Antikorupsi 2026 atau XPAK 2026. Kegiatan itu akan mengombinasikan upaya peningkatan kesadaran (awareness) masyarakat desa mengenai bahaya korupsi.
Selain itu, XPAK 2026 juga akan menyoroti pentingnya transparansi anggaran desa. Serta, membangun ruang dialog (sarasehan) yang inklusif antara penggiat antikorupsi dan warga desa.
Kampanye di sekolah juga dilakukan untuk menanamkan nilai kejujuran sejak dini kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan. “Kegiatan akan dilaksanakan dengan kunjungan ke desa-desa maupun sasaran lainnya untuk mengampanyekan antikorupsi serta penyadaran perlunya nilai-nilai integritas,” ungkap Anggit.
Inspektorat Daerah akan memotori pelaksanaan program ini di Kabupaten Purworejo. “Kami juga akan melibatkan seluruh perangkat daerah serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk bisa berpartisipasi aktif dalam menyuarakan antikorupsi di Purworejo secara masif,” pungkasnya. (mrn/ree/rds)










