PLN Hadir Untuk Rakyat, Berdayakan Perempuan Pesisir Lewat Pelatihan Olahan Laut di Desa Sekuro

FOKUS: Para peserta dari anggota PKK Desa Sekuro mengikuti pembukaan "Pelatihan Pengolahan Hasil Laut" yang diinisiasi oleh PLN UIK Tanjung Jati B, Rabu (25/6). (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng –  Dalam semangat “PLN untuk Rakyat”, PLN UIK Tanjung Jati B menjalankan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program Pelatihan Pengolahan Hasil Laut Berbasis Komunitas di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 25–26 Juni 2025, ini menyasar 30 perempuan anggota PKK Desa Sekuro yang dilatih untuk mengolah ikan dan rumput laut menjadi produk bernilai jual tinggi.

Desa Sekuro merupakan salah satu desa pesisir yang memiliki potensi laut melimpah, namun selama ini hasil tangkapan laut umumnya dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi rendah. Ketergantungan terhadap musim dan hasil tangkapan harian juga membuat penghasilan keluarga nelayan menjadi tidak stabil, terutama saat musim paceklik atau cuaca ekstrem.

Menjawab tantangan tersebut, PLN UIK Tanjung Jati B hadir membawa solusi melalui pelatihan kewirausahaan lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini sejalan dengan amanah UU No. 40 Tahun 2007 Pasal 74, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

PRAKTIK: Seorang instruktur menunjukkan secara langsung teknik pembuatan produk olahan laut kepada para peserta di Desa Sekuro, Kamis (26/6). (HUMAS/JOGLO JATENG)

“PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tapi juga sebagai agen perubahan yang ikut menyalakan harapan rakyat. Pelatihan ini kami hadirkan agar perempuan pesisir memiliki daya saing, mandiri secara ekonomi, dan tidak bergantung pada kondisi alam,” ujar General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Dony Ocniza.

Pelatihan yang Menghidupkan Harapan

Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali teknik pengolahan hasil laut seperti pembuatan abon ikan, kerupuk kulit ikan, dan seaweed chips. Tak hanya teknis, mereka juga diajarkan manajemen usaha, perencanaan pemasaran, dan praktik pengemasan produk agar dapat dijual secara lokal maupun daring. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan komunitas usaha lokal yang nantinya didorong menjadi UMKM binaan berkelanjutan.

“Kami ingin para ibu di Sekuro tak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tapi juga penggerak ekonomi desa. Inilah makna PLN untuk Rakyat: hadir, menyala, dan memberdayakan,” lanjut Dony.

PLN Hadir, Bersama Rakyat

Program ini melibatkan kolaborasi antara PLN UIK Tanjung Jati B, pemerintah desa, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP), serta pendamping UMKM kelautan. Sinergi multi pihak ini bertujuan menciptakan model pemberdayaan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya.

Dengan pelatihan ini, PLN UIK Tanjung Jati B tidak hanya menjaga terang untuk masyarakat, tetapi juga turut menjaga ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Ke depan, pengembangan produk olahan akan dikawal melalui pendampingan, sertifikasi, dan promosi digital agar produk-produk pesisir Jepara dapat menembus pasar lebih luas. (hms/rds)