291 Ribu Pelajar Semarang akan Jalani Skrining Kesehatan Gratis, 74 Persen Ditemukan Obesitas!

DETEKSI DINI: Petugas puskesmas memeriksa kondisi kesehatan mata siswi penyandang disabilitas saat pelaksanaan program CKG Sekolah di SLB Negeri Kota Semarang, Senin (4/8/25). (MAKNA ZAEZAR-ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota Semarang menargetkan skrining cek kesehatan gratis (CKG) terhadap 291 ribu anak sekolah pada tahun ini. Saat ini, sudah ada sebanyak 24.900 anak telah diperiksa.

“Hari ini kita launching untuk CKG anak sekolah. Sebenarnya sudah kita mulai sejak 21 Juli dan saat ini sudah mencapai 24.900 anak yang diperiksa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, saat mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Arifah Choiri Fauzi meninjau CKG di SLB Negeri Semarang, Senin (4/8/25).

Hakam menjelaskan, program ini mencakup skrining kesehatan secara menyeluruh kepada siswa di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah. Adapun pemeriksaan yang dilakukan, antara lain status gizi, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan indra (mata dan telinga), pemeriksaan gigi, serta pemeriksaan kesehatan jiwa.

“Total anak-anak di Kota Semarang ada sekitar 291 ribu dari 1.023 sekolah. Terdiri dari 613 SD, 230 SMP, dan 182 SMA,” paparnya.

Pemeriksaan dilakukan secara berkala setahun sekali, dan melibatkan 13 indikator untuk SD serta 15 indikator untuk SMP dan SMA. Hasil awal skrining terhadap 24.900 anak menunjukkan berbagai temuan yang perlu ditindaklanjuti.

“Paling banyak ditemukan masalah status gizi. Sekitar 74 persen anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Gigi karies juga tinggi, mencapai 36 persen. Selain itu, ada yang prehipertensi sebesar 5,8 persen, prediabetes 5,65 persen, dan diabetes 0,14 persen,” jelas Hakam.

Pemeriksaan juga mencakup masalah telinga seperti sumbatan serumen dan gangguan lainnya.

“Begitu ditemukan anomali, langsung ditindaklanjuti oleh Puskesmas. Kalau perlu rujukan, akan diteruskan ke dokter spesialis,” tegasnya.

Menurut Hakam, semua jenis pemeriksaan yang dilakukan pada anak-anak setara dengan skrining kesehatan pada orang dewasa. Pemkot menargetkan seluruh pelajar di Semarang dapat mengikuti CKG ini dalam waktu satu tahun. (luk/adf)