Bantu Scale Up UMKM, Dinnakerkop Banyumas Serahkan Pinjaman Dana Bergulir

SERAHKAN: Penyerahan bantuan pinjaman dana bergulir kepada perwakilan pelaku usaha mikro di Hotel Java Heritage Purwokerto, Jumat (10/10). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

BANYUMAS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinnakerkop UKM) menyerahkan Bantuan Pinjaman Dana Bergulir kepada Pelaku Usaha Mikro Kabupaten Banyumas Tahun 2025 di Hotel Java Heritage Purwokerto, Jumat (10/10). Pinjaman dana bergulir ini bertujuan untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah kepada pelaku UMKM, guna mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mengurangi kemiskinan.

Kepala Dinnakerkop UKM Banyumas, Wahyu Dewanto menjelaskan, total dana yang disalurkan mencapai Rp1.389.500.000 kepada 28 kelompok dengan 308 anggota di 13 kecamatan. Dijelaskan bahwa pinjaman bervariasi antara Rp20 juta hingga Rp 100 juta, dengan bunga 2% per tahun. Sumber dana pinjaman dana bergulir berasal dari APBD yang dititipkan pada rekening BPR BKK Purwokerto.

“Dari 28 kelompok itu, 23 kelompok merupakan kelompok lama, sedangkan 5 lainnya merupakan kelompok baru. Pinjaman yang disalurkan paling sedikit adalah Rp20 juta dan paling besar Rp100 juta, tergantung kepada jumlah anggota dan jenis usahanya. Dengan bunga pinjaman 2% per tahun, di mana kelompok terdiri dari 10 sampai 20 anggota kelompok UMKM,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan bahwa bunga pinjaman 2% per tahun dibagi menjadi dua, yakni 1% untuk BPR BKK dan 1% masuk ke dalam kas daerah. “Ini membuktikan teman-teman BPR BKK memiliki komitmen untuk mengembangkan UMKM di Kabupaten Banyumas,” ungkapnya.

KOMITMEN: Penandatanganan komitmen kerja sama antara Pemkab Banyumas dan BPR BKK Purwokerto di Hotel Java Heritage Purwokerto, Jumat (10/10). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

Sementara itu, Direktur Utama BPR BKK Purwokerto, Sugeng Prijono mengungkapkan, pihaknya mendampingi program pinjaman dana bergulir menggunakan scheme kredit KMS Bawor. “Bapak Ibu cukup stop pegawai kami, karena pegawai kami membawa aplikasi pinjaman sampai Rp3 juta dan 15 menit bisa cair. Bunganya 3,75%, jadi selisih 1,75% per tahun,” jelasnya.

Mewakili Bupati Banyumas, Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie mengapresiasi kolaborasi semua pihak dalam pelaksanaan program pinjaman bergulir untuk pelaku usaha mikro. Program ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, dengan fasilitas pinjaman yang mudah dan terjangkau.

“Pak Bupati juga menekankan pentingnya penggunaan dana secara bijak dan bertanggung jawab untuk pengembangan usaha. Selain itu, diharapkan program ini dapat memperkuat kapasitas usaha dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil,” terangnya.

KOMPAK: Foto bersama usai penyerahan secara simbolis bantuan pinjaman dana bergulir kepada perwakilan pelaku usaha mikro di Hotel Java Heritage Purwokerto, Jumat (10/10). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

Sekda Agus menjelaskan, usaha mikro memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. Menurutnya, usaha mikro bukan hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga benteng ketahanan ekonomi masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

“Kepada para penerima dana bergulir, saya berpesan agar menggunakan dana ini secara bijak dan produktif. Kelola dengan penuh tanggung jawab. Niatkan untuk mengembangkan usaha, bukan sekadar memenuhi kebutuhan sesaat. Dana ini bersifat bergulir, sehingga keberhasilannya akan memberi manfaat berkelanjutan bagi kelompok lain yang betul-betul membutuhkan,” terangnya.

Salah satu penerima dana bergulir, Sinta selaku Ketua Kelompok Berkah Kencana mengatakan, terdapat beberapa tahapan untuk bisa mendapatkan bantuan pinjaman dana bergulir. Mulai dari pengajuan proposal, verifikasi kelompok, hingga keputusan tim kelompok kerja (pokja).

“Jadi awalnya kami mengajukan proposal, itu juga tidak langsung di-acc. Ada verifikasi dulu dari Dinnakerkop UKM. Anggota kami ada 10 orang dikumpulkan, kemudian Dinnakerkop UKM dan BPR BKK datang untuk survei. Kami bawa sampel produk dan kemudian verifikasi. Kebetulan ini kali kelima kelompok kami ikut, dan tidak ada kendala yang berarti,” jelasnya.

Sinta mengatakan, adanya pinjaman dana bergulir sangat membantu kelompoknya, khususnya dalam hal permodalan. “Karena bunganya sangat murah, hanya 2% per tahun jadi membantu sekali. Ini dapat membantu perputaran usaha, apa lagi di tengah kondisi ekonomi sekarang, kadang untuk membeli bahan baku saja susah. Jadi pinjaman dana bergulir ini sangat membantu,” ungkapnya. (abd)