KUDUS, Joglo Jateng – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus meninjau langsung progres pembangunan Gedung Stroke dan perbaikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD dr Loekmono Hadi. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, SE, MM menyebutkan, pihaknya ingin memastikan proyek senilai Rp 44 miliar tersebut dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Berdasarkan laporan di lapangan, pembangunan Gedung Stroke baru mencapai 25 persen. Sementara perbaikan IGD telah mencapai 38 persen.
”Kami melihat progres pembangunan sudah berjalan baik. Untuk ruang stroke sudah sekitar 25 persen dan IGD 38 persen. Kami berharap pengerjaannya bisa selesai sesuai target karena ini menyangkut peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Kudus,” ujarnya.
Ia menambahkan, peralatan medis yang dimiliki RSUD juga perlu dijaga dan diperbarui agar tetap berfungsi optimal. Menurutnya, rumah sakit daerah harus menjadi contoh pelayanan publik yang berkualitas.
:Kalau ada alat yang masih bisa diperbaiki, tentu dirawat. Tapi kalau sudah tidak bisa digunakan, harus segera diganti. Karena tujuan utama kita adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Mardijanto juga menekankan pentingnya kenyamanan pasien dan tenaga medis. Ia berharap setiap dokter dapat memiliki ruang kerja yang memadai untuk menjaga privasi dan profesionalisme dalam memberikan layanan kesehatan.
”Ke depan, kami ingin RSUD ini menjadi rumah sakit percontohan. Ruangan harus tertata dengan baik agar pasien merasa nyaman dan tenaga medis bisa bekerja optimal,” tambahnya.










