Budaya Peduli Lingkungan Antar SMP 5 Kudus Raih Adiwiyata Provinsi

KOMITMEN: Kepala SMP 5 Kudus bersama tim adiwiyata swafoto usai mendapat sertifikat Adiwiyata, Senin (17/11/25). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Kudus berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025. Prestasi ini diraih berkat komitmennya dalam mengimplementasikan budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.

Kepala SMP 5 Kudus, Siti Fatimah menjelaskan, penghargaan tersebut menjadi hasil dari upaya sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai hidup bersih dan peduli lingkungan ke dalam kegiatan intra dan kokurikuler. Diantaranya membawa tempat makan minum guna ulang, pembibitan sayuran, penanaman dan pemeliharaan tanaman, pembibitan sayuran hidroponik hingga konservasi air.

“Tujuan utama program Adiwiyata adalah membentuk karakter peserta didik agar memiliki kebiasaan hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan. Di sekolah kami, budaya itu diterapkan secara menyeluruh dalam keseharian,” ujarnya.

Beberapa program unggulan yang dijalankan antara lain kantin sehat yang mulai dikelola sejak April lalu, serta pemilahan sampah dengan memisahkan botol plastik untuk kemudian dijual kembali. Selain itu, sejak 2016, SMPN 5 Kudus juga telah menjadi bagian dari Gerakan Sekolah Sehat.

GOTONG ROYONG: Siswa SMP 5 Kudus tengah menanam dan memelihara tanaman. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

“Adiwiyata bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga tentang kebersihan diri dan gaya hidup sehat. Harapan kami 2026 bisa kembali meraih Adiwiyata Nasional. Karena secara fisik sekolah sudah bersih, hijau, dan penataan lingkungannya tertata baik,” tambahnya.

Ia menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar simbol atau label. Tetapi dorongan agar seluruh warga sekolah secara konsisten menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPLHS).

“Kalau sudah menjadi kebiasaan, anak-anak akan auto sadar menjaga kebersihan tanpa disuruh. Harapannya, budaya peduli lingkungan ini juga terbawa ke rumah dan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (iza/fat)