KENDAL, Joglo Jateng – Kabupaten Kendal mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah pada semester II 2025, yakni mencapai 7,58 persen year on year (YoY). Untuk menjaga sekaligus mempercepat laju pertumbuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kendal merumuskan 9 strategi konkret.
Sembilan strategi itu dipaparkan Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di ruang Paringgitan Setda Kendal, Selasa (18/11/25). Rakor diikuti lintas stakeholder, mulai BPS, Forkopimda hingga perwakilan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Agus menjelaskan, langkah pertama adalah percepatan realisasi APBD agar belanja pemerintah lebih cepat menggerakkan ekonomi. Selain itu, percepatan investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) didorong karena menjadi pilar utama pertumbuhan.
Strategi berikutnya meliputi percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah, pengendalian harga bahan pokok, serta pencegahan aktivitas ekspor-impor ilegal. Pemerintah juga menyiapkan langkah memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan sesuai potensi daerah.
Tak hanya itu, peningkatan output industri manufaktur dan penyederhanaan perizinan menjadi dua strategi penting untuk memperkuat iklim usaha. Sekaligus menjaga kontribusi sektor industri yang selama ini menjadi motor ekonomi Kendal.
“Kami berkumpul bersama seluruh stakeholder untuk menyusun upaya percepatan pertumbuhan ekonomi. Karena kerja bersama adalah kunci agar Kendal dapat terus menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, bahkan nasional,” katanya.










