Kendal  

Tokoh Pemuda Tunggulsari Luncurkan Buku Jejak Panji Witono Welang

Angkat Kembali Kisah Pahlawan yang Terlupakan

CERITA SEJARAH: Cover buku Jejak Panji Witono Welang. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Arif Setiawan, tokoh pemuda sekaligus Sekretaris Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, resmi meluncurkan buku berjudul Jejak Panji Witono Welang, Kisah Sebuah Perjuangan Panji-panji Nusantara 1749–1805.

Karya setebal 35 halaman ini menjadi upaya serius Arif untuk menghidupkan kembali kisah perjuangan Panji Witono, sosok lokal yang memiliki peran penting dalam perlawanan terhadap kolonial, namun jarang dikenal generasi sekarang.

Arif yang juga Sekretaris Desa Tunggulsari mengungkapkan, proses penulisan buku ini sebenarnya dimulai sejak 2014. Selama bertahun-tahun ia harus bolak-balik Kendal-Rembang demi menghimpun data, menggali cerita lisan, serta mengonfirmasi jejak sejarah dari sejumlah tokoh dan sesepuh di Rembang.

“Buku ini saya tulis agar generasi muda tidak tabu akan siapa Raden Pitono atau Panji Witono,” ungkapnya, Rabu (19/11/2025).

Dalam penyusunannya, Arif merujuk sejumlah sumber penting, termasuk Babad Carita Lasem karya Panji Khamzah (1825). Ia berharap buku tersebut dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk lebih mengenal sejarah daerah dan meneladani nilai-nilai perjuangan para pendahulu.

“Harapannya lewat buku ini, anak-anak muda bisa melawan lupa, melek sejarah, serta menjunjung toleransi dan kebhinekaan,” harapnya.

Buku tersebut mengisahkan Panji Witono yang lahir pada 1749 sebagai putra Raden Mas Panji Margono, tokoh trah Panji Lasem yang gugur dalam Perang Kuning melawan VOC tahun 1750.