KUDUS, Joglo Jateng – Upaya menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini terus digencarkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (BEM UMKU).
Melalui Kementerian Sosial Masyarakat sekaligus Koordinator Isu Kesehatan FORNASSOSMAS Wilayah VI, mereka menyosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan diabetes bagi siswa SDN 1, SDN 2 dan SDN 3 Jojo, Kecamatan Mejobo, Kudus.
Kegiatan ini dirancang sebagai edukasi kesehatan interaktif bagi anak usia sekolah.
Dengan mengedepankan metode pembelajaran yang sederhana, menyenangkan, serta relevan dengan aktivitas anak sehari-hari.
Ketua Pelaksana, Fajar mengatakan, penyampaian pesan kesehatan harus disesuaikan dengan karakter penerima materi.
Pihaknya memberikan edukasi PHBS dasar seperti cuci tangan, gaya hidup sehat, hingga pengenalan obesitas dan diabetes.
“Semua disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak. Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan kartu hasil cek kesehatan sebagai kenangan untuk dibawa pulang,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Masyarakat BEM UMKU Ikrar menambahkan, program bertajuk Pahlawan Sehat Sekolahku ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi kesehatan generasi muda.
Ia menyebut, data Dinas Kesehatan Kudus menjadi landasan utama pelaksanaan sosialisasi tersebut.
“Program ini bukan hanya formalitas. Kami bergerak karena melihat fakta lapangan bahwa edukasi kesehatan perlu diberikan sejak dini,” tegasnya.

Sedangkan, Presiden Mahasiswa BEM UMKU, Eka Rizqiana menuturkan, pelaksanaan sosialisasi juga bertepatan dengan sejumlah momentum penting kesehatan nasional dan internasional.
“Ini selaras dengan Hari Kesehatan Nasional, Hari Diabetes Sedunia, serta Hari Anak Sedunia. Kami ingin membawa semangat ‘sehat, kuat, hebat’ untuk anak-anak di Desa Jojo,” ujarnya.
Selain pemaparan materi, siswa juga diajak mempraktikkan enam langkah cuci tangan yang benar sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Pemeriksaan kesehatan turut dilakukan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, serta perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) guna mendeteksi status gizi dasar anak.
Respons positif terlihat dari antusiasme para siswa yang aktif mengikuti tanya jawab dan praktik langsung. Proses belajar berlangsung menyenangkan, namun tetap sarat informasi penting mengenai kesehatan.
Pihaknya berharap para siswa dapat menerapkan PHBS di sekolah maupun di rumah, serta menjadi contoh bagi lingkungan sekitar.
”Ke depan, BEM UMKU dan FORNASSOSMAS berkomitmen terus menghadirkan program edukasi dan pengabdian masyarakat yang memberi dampak nyata bagi kesehatan publik,” pungkasnya. (adm/sam).










