DPRD Kota Semarang Nilai Program Sekolah Rakyat Tekan Angka Anak Putus Sekolah

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati saat acara dialog interaktif soal pendidikan di Kota Semarang
DISKUSI: Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati saat acara dialog interaktif soal pendidikan di Kota Semarang, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – DPRD Kota Semarang menilai program Sekolah Rakyat yang dijalankan Pemerintah Kota Semarang memiliki dampak positif dalam menekan angka anak putus sekolah. Program ini dianggap mampu menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan formal.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak yang terhambat faktor ekonomi maupun sosial. Dengan konsep pendidikan yang lebih fleksibel dan inklusif, program ini dinilai efektif sebagai solusi alternatif untuk memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi.

“Berdasarkan data 2025, tercatat sebanyak 475 anak mengalami putus sekolah, sedangkat saat ini, yang masuk sekolah Rakyat sudah 50 anak,” ungkapnya Rabu, (17/12) dalam Dialog Interaktif di Kota Semarang.

“Ini sudah cukup memberikan gambaran representative, apalagi proses seleksinya melalui tes dan survei yang melibatkan kelurahan,” jelasnya

DPRD menilai, keberadaan Sekolah Rakyat juga membantu pemerintah daerah dalam mendukung program wajib belajar.

“Anak-anak yang sempat berhenti sekolah dapat kembali mendapatkan pendidikan dasar serta pembinaan karakter melalui pendekatan yang lebih humanis” jelas Mbak Tunjung.

DPRD Kota Semarang berharap program Sekolah Rakyat dapat terus dikembangkan dan diperluas cakupannya. Selain itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait agar upaya menekan angka putus sekolah dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan hasil maksimal. (adv/gih)