PEMALANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebencanaan hidrometeorologi. Intensitas hujan diprediksi masih tinggi di seluruh wilayah Pemalang sepanjang Februari 2026.
Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra, mengingat sejumlah sungai dan bendungan kini dalam pemantauan intensif petugas. Hujan deras yang mengguyur sejak awal bulan telah memicu genangan di berbagai titik, mulai dari wilayah perkotaan hingga pesisir.
Dampak Hujan Sejak Awal Februari
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pemalang, Agus Ikmal menjelaskan, prediksi BMKG menunjukkan curah hujan tinggi masih akan mengguyur Pemalang hingga akhir bulan. Tren ini sudah terlihat sejak tanggal 1 hingga 4 Februari 2026, di mana hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi terus terjadi dari pagi sampai malam hari.
Akibatnya, lima kecamatan dilaporkan terdampak genangan air, yakni:
- Kecamatan Pemalang (Wilayah Kota)
- Kecamatan Taman
- Kecamatan Petarukan
- Kecamatan Ampelgading
- Kecamatan Comal
“Masih ada (potensi banjir), karena efek perubahan iklim hingga cuaca hujan intensitas tinggi terus turun di Pemalang. Kita harap masyarakat paham dan bareng-bareng saling menjaga,” terangnya.
Agus juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah mitigasi mandiri. Salah satunya dengan mengamankan barang-barang elektronik dan surat berharga ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari jangkauan air.
Warga Pedurungan Sempat Mengungsi
Dampak signifikan dirasakan warga pada Rabu (4/2/2026). Luapan air merendam sejumlah desa dan kelurahan, antara lain Kelurahan Beji, Wanarejan Selatan, Pedurungan, Kebondalem, Pelutan, serta desa-desa di sepanjang aliran Sungai Comal.
Kondisi ini sempat memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
“Tadi pagi pengungsi ada 20 orang dari perumahan di Desa Pedurungan, Kecamatan Taman. Mereka mengungsi di Masjid Al Makmur Kelurahan Beji,” ungkap Agus.
Beruntung, genangan air tidak bertahan lama. Agus memastikan kondisi cepat kondusif sehingga warga dapat segera kembali ke rumah.
“Setelah itu langsung surut dan masyarakat bisa pulang ke kediaman masing-masing,” pungkasnya. (fan/sam/rds)










