PATI, Joglo Jateng – Guna mendongkrak potensi daerah, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) menggenjot pengembangan pariwisata Pati secara berkelanjutan. Langkah ini diawali dengan menggelar sosialisasi intensif bagi para pengelola destinasi dan pemangku kepentingan.
Sosialisasi yang melibatkan Dispermades Pati dan Sat Sabhara Unit Pamobvit Subnit Pariwisata Polresta Pati ini berlangsung di Pendopo Serbaguna Sasono Bowo Roso, Desa Langse, Kecamatan Margorejo, belum lama ini.
Kepala Dinporapar Pati, Rekso Suhartono mengungkapkan, pengelolaan pariwisata yang berdaya saing tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pengelolaan desa wisata maupun Daya Tarik Wisata (DTW) secara terpadu.
“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta peran aktif seluruh pihak. Harapannya, pariwisata di Kabupaten Pati dapat berkembang, berdaya saing, dan berkelanjutan,” terang Rekso.
Instruksi Presiden: Wisata Bersih dan Inovatif
Dalam pertemuan tersebut, Dinporapar secara khusus menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan wisata. Hal ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah.
Untuk memajukan pariwisata, pengelola wisata dituntut menerapkan tiga langkah strategis berikut:
- Bebas Sampah: Memastikan seluruh area tempat wisata atau DTW benar-benar bersih dari tumpukan sampah.
- Gencarkan Promosi: Meningkatkan promosi wisata baik secara daring melalui media sosial, maupun luring seperti pameran dan Car Free Day.
- Inovasi Event: Membuat acara atau event khas di DTW maupun desa wisata, seperti pertunjukan kesenian atau bazar kuliner.
Lebih lanjut, Rekso memaparkan bahwa inovasi event dan diversifikasi (penganekaragaman) paket wisata sangat krusial untuk menarik minat pengunjung.
“Pengelola harus bisa membuat event yang menarik agar masyarakat luas mengetahui eksistensi tempat wisatanya. Selain itu, desa wisata Pati juga perlu meracik diversifikasi paket wisata agar pengunjung penasaran untuk mencoba hal-hal baru,” paparnya.
Dinporapar juga mendorong para pengelola wisata untuk terus memperluas kolaborasi lintas sektor. Sinergi ini dinilai penting, baik dengan pemerintah desa, kabupaten, provinsi, pusat, hingga pihak swasta demi kemajuan pariwisata Pati. (lut/fat/rds)










