KENDAL, Joglo Jateng – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, proyek preservasi dan perbaikan Jalan Nasional Kendal-Semarang terus dikebut oleh pemerintah. Kondisi infrastruktur jalur Pantai Utara (Pantura) yang mulus sangat dinantikan oleh masyarakat guna meminimalkan risiko kecelakaan dan kemacetan panjang saat puncak arus mudik tiba.
Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat, proyek rekonstruksi jalan sepanjang 14,31 kilometer ini sudah mulai berjalan efektif sejak Desember 2025 lalu.
Meski target penyelesaian akhir secara keseluruhan jatuh pada Juni 2027, sebagian ruas jalan kini telah dibenahi agar dapat dilalui pemudik dengan aman dan nyaman.
PPK 1.3 Provinsi Jateng, Awang Nofika, menyebutkan bahwa sedikitnya dua kilometer jalan telah selesai direkonstruksi menggunakan metode rigid pavement (beton bertulang).
“Kami telah menyelesaikan rekonstruksi rigid sepanjang dua kilometer. Tepatnya di Simpang Timur Lingkar Weleri batas Kendal sepanjang 1,315 kilometer, dan di Simpang Bodri Kendal sepanjang 0,320 kilometer,” jelas Awang saat ditemui di Kendal, Kamis (12/3/2026).
Pihaknya juga merampungkan agenda pemeliharaan di Jalan Raya Timur Kendal sepanjang 0,400 kilometer. Secara kumulatif, progres fisik perbaikan jalan Pantura Kendal ini telah menyentuh angka 9,08 persen.
“Saat ini progres pekerjaan mencapai 9,08 persen dan akan rampung pada 7 Juni 2027,” tambahnya.

Dirikan Posko Mudik 24 Jam di Kaliwungu
Selain memastikan kelayakan infrastruktur jalan, PPK 1.3 Jateng juga menaruh perhatian ekstra pada aspek keselamatan dan pemulihan stamina para pelintas antarprovinsi.
Berkolaborasi dengan instansi DLU, pemerintah menyiagakan posko Lebaran yang beroperasi penuh 24 jam di ruas Kendal-Semarang, tepatnya berada di wilayah Kaliwungu.
Fasilitas yang disediakan di posko mudik Kaliwungu ini terbilang sangat representatif untuk melayani kebutuhan dasar para pelancong yang menempuh perjalanan darat ratusan kilometer.
“Sudah kami sediakan fasilitasnya. Ada tempat istirahat, tempat ibadah, hiburan, dan parkir luas untuk kendaraan,” pungkas Awang. (hfh/iza/rds)










