Jepara  

485 Siswa SMKN 2 Jepara Pamerkan Karya Kriya Lokal, Jawab Tantangan Regenerasi Ukir

Kepala SMKN 2 Jepara Indria Mustika saat berdialog di stasiun radio membahas persiapan pameran karya siswa berbasis kriya lokal.
DIALOG: Kepala sekolah SMKN 2 Jepara, Indria Mustika saat menjadi pembicara di Radio Kartini F.M. Jepara, Senin (30/3/2026). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Ratusan pelajar bersiap unjuk gigi menampilkan karya kreatif mereka dalam ajang Gelar Karya Siswa SMKN 2 Jepara yang akan dihelat pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Kegiatan pameran ini menjadi wujud nyata kesiapan generasi muda dalam menjaga urat nadi perekonomian daerah yang terkenal sebagai sentra ukir dunia tersebut.

Sebanyak 485 siswa kelas XII akan menampilkan beragam produk kreatif yang menjadi puncak pembuktian proses belajar mereka selama tiga tahun di bangku sekolah kejuruan.

Berbagai karya yang dipamerkan fokus pada produk kriya khas Jepara, mulai dari ukiran kayu, keramik, batik dan tekstil, hingga perhiasan logam atau monel. Selain itu, karya desain tata busana, furnitur, hingga animasi juga turut meramaikan pameran bergengsi ini.

Kepala SMKN 2 Jepara, Indria Mustika, menyebutkan bahwa gelaran ini bukan sekadar ajang pamer unjuk kebolehan semata. Acara ini merupakan ruang apresiasi atas capaian siswa dalam menghasilkan produk yang bernilai seni sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

“Gelar Karya Siswa ini juga untuk memberikan apresiasi terhadap pencapaian siswa dalam melahirkan karya terbaiknya di akhir proses pembelajaran. Karena itu kegiatan ini terbuka untuk umum secara gratis setiap harinya,” ucap Indria saat menjadi pembicara di Dialog Kartini F.M. Jepara, Senin (30/3/2026).

Jawab Tantangan Krisis Regenerasi Ukir

Sebagai satu-satunya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis kriya di Jepara, instansi pendidikan ini memikul tanggung jawab besar menyiapkan tenaga terampil. Produk-produk yang ditampilkan merupakan representasi dari potensi unggulan daerah.

Ketua Panitia, Sukoco Setyo Prayitno, merinci bahwa ratusan karya tersebut merupakan gabungan kolaborasi dari tujuh jurusan yang ada di sekolah.

“Nanti ada berbagai tampilan karya seperti baju kain Tenun khas Troso Jepara, lalu ukiran kayu khas Jepara juga ya,” paparnya.

Ajang pameran ini dinilai sebagai momentum strategis bagi para siswa sebelum mereka melangkah lebih jauh. Mantan Ketua OSIS, Destarika Putri Cinta Suryaningmanto, memandang momen ini sebagai bekal portofolio berharga.

“Ini tentu sangat berarti dalam perjalanan karier siswa, baik yang akan masuk ke dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi,” ujar Destarika.

Di sisi lain, pameran siswa ini membawa secercah harapan bagi masa depan industri kreatif lokal. Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto, berharap karya para pelajar ini mampu menjadi obat dari krisis regenerasi seni ukir.

“Saat ini Jepara baru menghadapi persoalan serius dalam bidang pelestarian seni ukir. Karena itu, perlu kerja sama dengan semua pemangku kepentingan,” tandasnya. (oka/gih/rds)