PURWOREJO, Joglo Jateng – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo kembali mencetak prestasi mentereng di kancah provinsi. Perusahaan daerah tersebut sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Perpamsi Jateng Award 2026.
Tidak tanggung-tanggung, BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo ini berhasil mengamankan posisi di kategori utama, yakni predikat tingkat kesehatan instansi dan kinerja perusahaan yang berstatus “Baik”.
Direktur Utama PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, mengungkapkan bahwa trofi penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh DPD Perpamsi Jawa Tengah di Hotel Grand Mercure Solo belum lama ini.
Secara nasional dan regional, capaian ini sangat krusial. Pasalnya, instansinya sukses meraih peringkat 9 untuk kategori kinerja, dan duduk di posisi 10 besar untuk kategori kesehatan dari total 35 PDAM se-Jawa Tengah.
“Penilaian tersebut berasal dari evaluasi kinerja oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY dan Jawa Tengah, dengan mengacu pada dua indikator utama, yakni tingkat kesehatan dan kinerja perusahaan,” kata Hermawan, Selasa (14/4/2026).

Borong Skor Tinggi dari 4 Aspek Evaluasi
Hermawan menjelaskan, status kesehatan BUMD air minum diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan mutlak: sehat, kurang sehat, dan sakit.
PDAM Tirta Perwitasari Purworejo sukses membuktikan kredibilitasnya dengan meraih skor kesehatan 3,81 (Kategori Sehat) dan nilai kinerja 69,20 (Kategori Baik).
“Penilaian kinerja didasarkan pada empat variabel utama, yaitu aspek keuangan dengan bobot terbesar 35 persen, operasional 25 persen, serta pelayanan dan SDM masing-masing 15 persen,” bebernya merinci parameter penilaian Kementerian Pekerjaan Umum.
Lebih membanggakan lagi, piala ini merupakan raihan yang ketiga kalinya diamankan secara berturut-turut. Konsistensi tersebut, menurut Hermawan, memikul beban tanggung jawab moral yang besar bagi seluruh jajarannya untuk terus berbenah.
Ambisi Saingi PDAM Raksasa di Jateng
Di balik kesuksesan tersebut, Hermawan tidak menampik adanya tantangan operasional yang berat. Ia bahkan menargetkan pada periode mendatang, peringkat perusahaan bisa meroket masuk ke jajaran elit 6 besar se-Jateng.
Namun, persaingan di level atas terbilang sangat ketat karena harus berhadapan dengan PDAM wilayah metropolitan seperti Solo dan Semarang yang ditopang struktur modal raksasa.
Oleh karena itu, keberhasilan memertahankan kinerja tidak lepas dari kuatnya sinergi dengan berbagai instansi di lingkungan Pemkab Purworejo, utamanya Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
“Kami optimistis, dengan dukungan semua pihak, PDAM Purworejo dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya menanggapi harapan tambahan penyertaan modal dari pemerintah. (mrn/ree/rds)










