Jepara  

8 Tahun Mangkrak, Pasar Bangsri Baru Akhirnya Resmi Dibuka Pemkab Jepara

SUASANA: Wajah Pasar Bangsri yang baru ramai oleh warga sekitar setelah sempat mangkrak bertahun-tahun, Rabu (29/4/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Penantian panjang ribuan pedagang akhirnya terbayar lunas seiring peresmian Pasar Bangsri baru pada Rabu (29/4/2026). Bangunan pusat perekonomian rakyat yang sempat mangkrak selama delapan tahun ini diharapkan mampu mendongkrak kembali denyut nadi perdagangan tradisional di Jepara.

Acara pembukaan fasilitas publik tersebut berlangsung meriah. Ribuan masyarakat tumplek blek mengikuti rangkaian pengajian tasyakuran yang sekaligus menandai dimulainya relokasi pedagang secara besar-besaran.

Wakil Bupati (Wabup) Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menegaskan bahwa peresmian ini adalah wujud nyata terealisasinya harapan warga yang tertunda sejak 2018 silam.

“Sudah 8 tahun masyarakat Bangsri menanti perpindahan dari pasar lama ke pasar baru. Hari ini akhirnya terealisasi,” ujarnya kepada Joglo Jateng.

Cegah Dualisme, Pasar Lama Bakal Dirobohkan

Guna memusatkan roda perputaran uang dan mencegah terjadinya dualisme lokasi, pemerintah daerah berencana menutup total operasional pasar lama. Lahan bekas pasar tersebut nantinya akan dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Pasar lama jangan sampai berjalan. Kalau bisa ditutup, bahkan dirapikan atau dirobohkan supaya fokus ke pasar yang baru,” tambahnya.

Tidak hanya itu, fasilitas terminal angkutan umum juga dijadwalkan akan ikut digeser ke area pasar yang baru agar menciptakan satu kawasan ekonomi yang terintegrasi dan memadai.

Tercatat sebanyak 1.354 pedagang kini menempati fasilitas anyar tersebut. Rinciannya meliputi 116 kios depan, 688 kios dalam, 336 lapak kering, 180 lapak basah, serta 34 kios onderdil.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara, Anjar Jambore Widodo, menjamin proses pemindahan ini memprioritaskan pedagang lama dan bersih dari tindak pidana pungli (pungutan liar).

“Dari ribuan pedagang, semuanya kita fokuskan pindah ke sini. Tidak ada pungutan liar, semua transparan,” katanya.

Pedagang Puji Fasilitas Lebih Nyaman

Bagi para pedagang, perpindahan ini membawa angin segar tersendiri. Intan Reza Melani (27), seorang pedagang pakaian generasi ketiga, menilai lokasi baru ini jauh lebih bersih, luas, dan strategis karena berada di pinggir jalan raya.

Ia membandingkannya dengan kondisi tempat lamanya yang sudah terasa amburadul. Beban sewanya pun dinilai masih masuk akal untuk perputaran usaha yang mengombinasikan penjualan offline dan online.

“Kalau ngontrak sekitar Rp 1 juta per tahun untuk yang sudah punya nama. Saya di sini pakai 2 ruko, ibu saya 9 ruko,” jelasnya.

Sebagai penyempurnaan, Ketua Paguyuban Pasar Bangsri, Nur Kholis, meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada peresmian gedung fisik semata. Ia mendorong pengadaan infrastruktur pendukung seperti lampu penerangan, pengeras suara, hingga sistem keamanan terpadu.

“Saya berharap ya, ditambahi CCTV biar barang dagangannya aman,” tuturnya. (oka/gih/rds)