Kendal  

DPRD Kendal Dorong Reaktivasi Stasiun Kaliwungu untuk Angkutan Penumpang

DIALOG: Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq (tengah) didampingi Ketua Komisi C Sisca Meritania dan Wakil Ketua Komisi C Nurul Mujib saat mengunjungi Stasiun Kaliwungu, Senin (8/6/2026). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq meninjau langsung kondisi Stasiun Kaliwungu yang telah puluhan tahun tidak melayani angkutan penumpang. Kunjungan tersebut dilakukan bersama Ketua Komisi C DPRD Kendal Sisca Meritania dan Wakil Ketua Komisi C Nurul Mujib, Senin (8/6/2026).

Dalam kunjungan itu, rombongan DPRD melihat secara langsung kondisi bangunan stasiun yang baru selesai direnovasi dan dicat oleh PT KAI. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap wacana pengoperasian kembali Stasiun Kaliwungu.

Mahfud Sodiq mengatakan, DPRD Kendal ingin menangkap dan mengawal peluang yang saat ini mulai terbuka untuk menghidupkan kembali stasiun tersebut. Menurutnya, pihak PT KAI Daerah Operasi (Daop) IV Semarang juga telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal terkait rencana tersebut.

“Dalam rangka menangkap peluang ini, kami mendorong agar Stasiun Kaliwungu bisa dihidupkan kembali. Minggu (7/6/2026) lalu kami mendengar pihak PT KAI Daop IV sudah bertemu dengan Bupati Kendal. Ini tentu hal positif yang harus kami dorong bersama,” katanya.

Ia berharap rencana tersebut tidak berhenti sebagai wacana, melainkan dapat segera direalisasikan. Sebab, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum dinilai semakin tinggi.

Menurut Mahfud, keberadaan Stasiun Kaliwungu sangat strategis karena berada di wilayah yang berkembang sebagai kawasan industri. Selain itu, Kaliwungu juga dikenal sebagai kota santri dengan jumlah santri mencapai puluhan ribu orang yang berasal dari berbagai daerah.

“Harapan kami ini tidak sebatas wacana, tetapi benar-benar bisa segera terwujud. Transportasi umum sangat dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

“Apalagi di Kaliwungu ada kawasan industri dan banyak pondok pesantren dengan santri yang berasal dari luar daerah,” harap Mahfud.

Ia menilai, jika Stasiun Kaliwungu kembali beroperasi untuk melayani penumpang, dampaknya tidak hanya dirasakan sektor transportasi. Hal tersebut juga dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.

DPRD Kendal, lanjut Mahfud, juga siap mendukung dari sisi kebijakan dan penguatan sarana prasarana yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Kami tidak hanya mendorong pengoperasian kembali stasiun, tetapi juga akan memastikan kelayakan sarana dan prasarana yang ada. Jika memang ada dukungan sarpras yang menjadi kewenangan Pemda, tentu akan kami bantu,” tegasnya.

Sementara itu, petugas PT KAI, M Nur Rido mengapresiasi perhatian dan dukungan DPRD Kendal terhadap upaya reaktivasi Stasiun Kaliwungu.

Meski demikian, ia mengaku belum dapat memastikan kapan stasiun tersebut akan kembali melayani penumpang. Saat ini PT KAI masih memprioritaskan proses renovasi guna meningkatkan kenyamanan calon pengguna jasa kereta api.

“Untuk kapan kembali beroperasinya saya belum tahu. Yang jelas saat ini PT KAI sedang fokus melakukan renovasi stasiun agar nantinya dapat memberikan kenyamanan bagi para penumpang saat stasiun ini beroperasi,” ungkapnya. (ags/gih/rds)