PATI, Joglo Jateng – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pati menggandeng Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali untuk membuka lapangan pekerjaan. Kerja sama ini untuk membuka peluang anak muda yang ingin bekerja sambil kuliah di Jepang.
Program ini disosialisasikan di Aula Disnaker Pati, Kamis (25/6/2026). Dalam sosialisasi tersebut, sejumlah SMK dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kabupaten Pati dihadirkan.
Kepala Disnaker Pati, Agus Bambang Yunianto mengatakan, kerja sama ini merupakan terobosan. Yakni untuk memfasilitasi pemuda di Kabupaten Pati agar bisa bekerja di Jepang.
“Program ke Jepang itu ada magang dan langsung kerja. Magang ini biasanya difasilitasi pemerintah. Tapi kita cari gebrakan yang lain untuk program kerja mandiri. Alhamdulillah ada juga program kuliah sambil kerja yang digelar STIKOM Bali,” katanya.
Sebanyak 26 LPK dan 6 SMK yang dapat program KP2MI juga digandeng. Enam SMK itu di antaranya, SMK Tunas Harapan, SMK Cordova, SMK Jateng hingga SMK Pelayaran.
“Targetnya sebanyak-banyaknya. Jepang tiap minggu ada berangkat. Setiap minggu ada 10, 15 yang berangkat. Apalagi potensi di Pati ini banyak,” terangnya.
Sementara itu, Rektor STIKOM Bali, Dadang Hermawan mengungkapkan, kuliah ini berlangsung secara online. Sehingga mahasiswa tidak perlu datang ke Bali.
“Kuliah sambil kerja di Jepang. Kuliah semester 1 dan 2 online. Harapan semester 3 dan 4 bisa diberangkatkan. Bekerja melakukan kuliah secara online. Setelah 4 tahun selesai, pengalaman berharga,” jelasnya.
Ia menambahkan, kuliah di STIKOM Bali diberikan dana talangan sampai Rp 100 juta. Rp 60 juta untuk kuliahnya dan Rp 40 juta untuk keberangkatan ke Jepang.
“Gaji di Jepang Rp 18 juta. Biaya hidup Rp 7 juta. Cicilan Rp 4 jutaan,” pungkasnya. (lut/fat/rds)










