SDN Wonodri Semarang Tetap Optimistis Meski Hanya Terima 8 Murid Baru di Tahun Ajaran 2026/2027

Kepala SD Negeri Wonodri, Siti Markamah. (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – SD Negeri Wonodri, Kota Semarang, hanya menerima delapan murid baru hingga penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang mampu memperoleh sekitar 16-17 siswa.

Kepala SD Negeri Wonodri, Siti Markamah mengatakan, penurunan jumlah pendaftar menjadi tantangan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan daya tarik pada tahun ajaran berikutnya.

Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh perubahan demografi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah daripada kualitas layanan pendidikan.

Ia menjelaskan, kawasan sekitar sekolah kini didominasi permukiman lama yang sebagian besar penghuninya sudah tidak memiliki anak usia sekolah dasar.

Selain itu, banyak rumah beralih fungsi menjadi rumah indekos mahasiswa sehingga jumlah calon peserta didik terus berkurang dari tahun ke tahun.

“Kalau saya melihat mungkin ini faktor domisili. Di sini kebanyakan sudah tidak usia sekolah sehingga tidak punya anak-anak untuk sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).

“Di sini juga banyak kos-kosan mahasiswa,” tambahnya.

Siti memaparkan, penurunan jumlah peserta didik baru tahun ini cukup berbeda dibanding tahun lalu. Pada penerimaan sebelumnya, sekolah masih mampu memperoleh 16 hingga 17 siswa.

Bahkan menurutnya, fenomena berkurangnya pendaftar tidak hanya dialami SD Negeri Wonodri. Sejumlah sekolah dasar negeri lain di kawasan perkotaan Kota Semarang juga mengalami situasi serupa.

Lebih lanjut, Siti menyebutkan dari delapan siswa yang telah diterima, hanya sekitar dua anak yang benar-benar berdomisili asli di sekitar sekolah.