JEPARA, Joglo Jateng – Di tengah kebiasaan anak muda yang lebih akrab dengan layar gawai dan budaya scrolling, sekelompok pemuda di Jepara justru memilih berkumpul mengelilingi buku.
Mereka membaca bersama, saling bertukar rekomendasi, lalu menghabiskan berjam-jam berdiskusi tanpa mengejar unggahan media sosial.
Fenomena itu lahir dari ‘Klub Baca Aksara’, komunitas literasi yang rutin menggelar pertemuan di Imeda Coffee, Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara.
Bagi mereka, buku bukan sekadar bacaan, melainkan alasan untuk bertemu dan membangun percakapan yang semakin jarang ditemukan di era digital.
Semangat literasi yang diwariskan pahlawan emansipasi wanita, RA Kartini, seolah masih tumbuh di tanah kelahirannya.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah komunitas buku mulai bermunculan dan menghadirkan ruang-ruang diskusi yang mempertemukan para pencinta bacaan.
Penggiat Klub Baca Aksara, Friska Dwi Aprilia mengatakan, komunitas tersebut lahir dari keresahan karena sulit menemukan ruang untuk mendiskusikan buku, khususnya di wilayah Jepara Selatan.
Ia menilai, sebenarnya banyak anak muda yang gemar membaca, tetapi belum memiliki wadah untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.
“Kami awalnya hanya ingin menghadirkan ruang temu, supaya teman-teman di sekitar sini juga punya tempat untuk berbagi cerita, terutama soal buku,” ujar Friska.
Setiap pertemuan diawali dengan silent reading sejak pukul 16.00 WIB.










