PURWOREJO, Joglo Jateng – Kemandirian desa bisa dimulai dengan swasembada pangan.
Cita-cita itulah yang membuat warga Desa Kalitanjung, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo terus menggenjot produksi padi. Hal ini dilakukan sehingga wilayahnya bisa menjadi salah satu lumbung padi di wilayah Purworejo bagian selatan.
Upaya itu berhasil karena didukung oleh kesuburan lahan dan pengelolaan yang baik. Petani di desa ini mampu melakukan panen padi hingga tiga kali dalam setahun.
“Alhamdulillah di Kalitanjung lahan pertaniannya subur dan pengairannya lancar. Jadi kami bisa panen padi tiga kali setahun,” terang Kepala Desa (Kades) Kalitanjung, Lilik Saptono di rumahnya, Minggu (12/7/2026).
“Ini sangat membantu ketahanan pangan warga,” imbuhnya.
Lebih lanjut Lilik menjelaskan, untuk menjaga ketahanan dan kemandirian pangan, Pemerintah Desa (Pemdes) Kalitanjung menjalankan program kemandirian pangan.

Program strategis tersebut dikelola secara langsung melalui Kelompok Tani (Poktan) Desa Kalitanjung.
“Program ini kami fokuskan agar petani tidak hanya menanam. Tapi juga bisa mandiri mulai dari bibit, pupuk, sampai pemasaran hasil,” paparnya.
“Lewat kelompok tani, kami juga memberikan penyuluhan dan bantuan sarana pertanian,” tambahnya.
Dengan sistem tanam yang teratur dan dukungan dari kelompok tani, hasil panen padi di Kalitanjung melimpah. Hasilnya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga dipasarkan ke luar desa.
Lilik berharap, program ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa lain di Kecamatan Ngombol dalam mewujudkan swasembada pangan di tingkat desa.
“Ke depan, kami ingin mengembangkan pertanian yang terintegrasi dengan peternakan dan perikanan. Hal ini bisa meningkatkan kesuburan tanah bilamana persediaan pupuk agak sulit atau terbatas,” jelasnya.
“Kami juga sedang mengajukan program peningkatan peternakan bebek dan lele untuk menuju kemandirian pangan di Desa Kalitanjung,” tandas Lilik. (mrn/ree/rds)










