BATANG, Joglo Jateng – Pesatnya perkembangan kawasan industri di Kabupaten Batang mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil, khususnya di bidang pengelasan (welder).
Menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang terus menggenjot pelatihan berbasis kebutuhan industri agar penyerapan tenaga kerja lokal semakin optimal.
Kepala Disnaker Kabupaten Batang, Suprapto mengatakan, kompetensi pengelasan menjadi salah satu keahlian yang paling dibutuhkan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, pemerintah daerah terus menyesuaikan materi pelatihan dengan permintaan dunia usaha.
“Kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang pengelasan ke depan akan semakin banyak. Karena itu kami terus menyiapkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Kabupaten Batang,” ujarnya saat ditemui di Kantor Disnaker Kabupaten Batang, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, melalui Program Dapat Kerja (Dakker), Disnaker Kabupaten Batang secara rutin menggandeng perusahaan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Hampir setiap pekan dilakukan pembekalan dan asesmen terhadap pencari kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan industri.
“Bahkan hari ini kami melakukan pembekalan dan asesmen bersama perusahaan. Dari sekitar 150 peserta yang mengikuti seleksi, kami berharap lebih dari 100 orang dapat diterima bekerja,” katanya.
Suprapto menyebut, strategi pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan turut mendongkrak penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini sekitar 65 hingga 68 persen pekerja di kawasan industri Batang merupakan tenaga kerja lokal.
Meski demikian, jumlah tenaga las bersertifikat masih dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat.
Sementara itu, Instruktur Teknik Las Disnaker Kabupaten Batang, Fiki Bahar Sultan Tian mengatakan, peserta pelatihan dibekali kemampuan dasar hingga praktik sesuai standar industri.
Mulai dari teknik tarikan las, penyambungan, penebalan hasil las, hingga praktik posisi 1F dan 2F.
Ia mengungkapkan, kebutuhan tenaga las mulai meningkat. Salah satunya berasal dari PT JJD yang membutuhkan tenaga dengan kemampuan las argon.
Namun, pelatihan yang tersedia saat ini masih menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW).
“Ke depan kami berupaya mengembangkan pelatihan las argon agar lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Selain pelatihan, Disnaker Kabupaten Batang juga memfasilitasi program magang melalui kerja sama dengan dunia usaha. Salah satunya bersama PT Komponen Futaba Nusa Persada di Bekasi.
Dari 16 peserta pelatihan las yang mengikuti seleksi, sebanyak 11 orang dinyatakan lolos dan akan menjalani magang selama satu tahun mulai Jumat (31/7/2026). (fan/ree/rds)










